Normalisasi Sungai Tuntas, Potensi Banjir di Sampang Diklaim Turun Hingga 60 Persen

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) ANCAMAN: Bencana banjir di Kabupaten Sampang perlu diantisipasi melalui mitigasi bencana sejak dini.

Kabarmadura.id/Sampang-Intensitas dan curah hujan di wilayah Madura, termasuk Kabupaten Sampang relatif meningkat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat musim hujan, bencana banjir selalu menjadi ancaman di Kota Bahari. Oleh karena itu, bencana musian itu perlu diantisipasi sejak dini untuk meminimalisir terjadinya banjir.

Sejauh ini, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sampang dalam mengantisipasi bencana banjir, yakni dengan mega proyek normalisasi di sepanjang Kali Kemuning. Proyek yang dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu itu, tuntas pada tahun 2019 kemarin.

Catatan Kabar Madura, proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp365 miliar. Rinciannya, pada tahun 2017 nilai kontrak Rp8,3 miliar, tahun 2018 Rp73 miliar dan tahun 2019 Rp 284 miliar.

Tuntasnya mega proyek normalisasi Kali Kemuning itu, diyakini bisa menurunkan sekitar 60 persen potensi bencana banjir. Alasannya, saat ini kondisi Kali Kemuning sudah bisa menampung debit air yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Anang Joenaidi mengatakan, potensi banjir di Sampang menurun, itu karena normalisasi Kali Kemuning sudah tuntas. Pihaknya mengaku sudah melakukan upaya mitigasi bencana sejak dini.

Salah satunya dengan cara melakukan pemetaan untuk daerah-daerah rawan banjir, kemudian diantisipasi dengan membentuk posko yang bertugas untuk membantu masyarakat jika hendak dievakuasi, serta membantu warga yang sakit dan sebagainya.

“Kalaupun curah hujan tinggi dan mengakibatkan air Kali Kemuning meluber, kami yakin tidak banyak dan parah seperti tahun-tahun sebelumnya, luapan air kemungkinan hanya setinggi 50 cm,” kata Anang Joenaidi kepada Kabar Madura, Rabu (22/1/2020).

Anang menjelaskan, manakala mengacu pada pengalaman tahun lalu, sekurangnya ada tiga titik di wilayah perkotaan yang sangat rawan banjir, yakni di kawasan Jalan Kamboja, Terateh dan Dalpenang. Sedangkan kawasan lainnya sudah relatif aman.

Lanjut dia, paska rampungnya proyek normalisasi Kali Kemuning itu, Anang memprodiksi potensi banjir menurun hingga 60 persen. Bahkan menurutnya, jika dulu genangan air sampai 1,5 meter, sekarang diprediksi maksimal hanya sekitar 50 centi meter.

Sampai saat ini kata Anang, baru satu kali terjadi hujan lebat bersamaan dengan bencana puting beliung dan mengakibatkan pohon-pohon tumbang, tetapi tidak ada banjir. Oleh karena itu, pihaknya semakin yakin, kedepannya Kota Bahari ini bisa terbebas dari bencana banjir.

“Prinsipnya, kami terus melakukan antisipasi dan rutin melaksanakan patroli, utamanya pada saat terjadi hujan lebat serta aktif berkoordinasi dengan camat dan lurah, tapi kami sangat yakin, potensi bencana banjir tahun ini dan kedepannya relatif kecil,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan, keberadaan rumah pompa air di sepanjang kawasan Kali Kemuning yang tersebar di lima titik, kondisinya bagus dan bisa berfungsi normal untuk mengantisipasi terjadinya banjir, khususnya di wilayah perkotaan Sampang.

Di sisi lain, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi terjadinya bencana alam memasuki musim penghujan, seperti puting beliung, banjir dan lainnya.

Mantan anggota DPR RI itu optimis, mulai tahun ini potensi banjir di wilayahnya itu, dipastikan menurun. Terlebih, pada tahun ini ada program floodway atau sodetan di sepanjang kali Kamoning dari pemerintah pusat.

“Anggaran untuk floodway ini mencapai Rp1,3 triliun, semoga segera terealisasi, sehingga Sampang bisa terbebas dari bencana banjir,” harapnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *