NU dan MUI Belum Terbitkan Acuan, Kemenag Sampang Imbau Salat Jemaah sesuai Protkes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIBATASI: Pelaksanaan salat Idul Adha dipastikan tidak akan seramai tahun-tahun sebelumnya.

KABARMADURA.ID, SAMPANG/PAMEKASAN-Menjelang Idul Adha, Kementerian Agama (Kemenag) Sampang mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (protkes) dalam salat berjemaah, baik salat Idul Adha maupun salat sehari-hari di masjid dan musala. Masyarakat disarankan menerapkan jaga jarak saat salat jemaah lima waktu di musala atau masjid.

Imbauan untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat itu, disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani Kepala Kemenag Sampang, Pardi. Selain kepada masyarakat umum, imbauan juga ditujukan untuk organisasi kemasyarakatan (ormas).

Bacaan Lainnya

Kepala Kemenag Sampang Pardi mengatakan, pelaksanaan itu disarankan untuk wilayah RT dan RW zona kuning. Tapi untuk zona merah, diharapkan tidak melakukan salat berjemaah namun salat di rumah masing-masing.

“Sesuai ketentuan PKM, untuk RT RW zona kuning boleh berjemaah. Tapi bagi yang merah di rumah saja,” katanya.

Surat edaran itu disebar ke semua kecamatan, sesuai anjuran pemerintah pusat. Selain itu, berdasarkan desakan dari sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat agar ada kebijakan khusus untuk wilayah zona kuning untuk melaksanakan salat berjemaah. Sebab, jika mengikuti aturan yang sebenarnya, kegiatan di masjid dan musala diimbau ditutup sementara.

“Itu hasil pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Termasuk untuk teknis pelaksanaan kegiatan Idul Adha,” pungkasnya.

Di Pamekasan, prosedur tetap (protap) pelaksanaan salat Idul Adha baik untuk Masjid Agung Asy-Syuhada maupun untuk masjid dan musala belum diedarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Namun, pengurus takmir Masjid Agung Asy-Syuhada telah menetapkan salat Idul Adha tetap digelar dengan beberapa pembatasan.

Ketua Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan bidang Pendidikan Fadli Ghazali menerangkan, pihaknya tidak akan mengumumkan perihal pelaksanaan salat Idul Adha kepada masyarakat sebagaimana sering dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan salat Idul Adha sebelum wabah Covid-19.

“Biasanya kami woro-woro, diumumkan oleh pemuda masjid. Sekarang tidak,” ungkapnya.

Selain itu, fasilitas salat Idul Adha yang biasa diberikan di luar masjid, tahun ini tidak disediakan. Bahkan tenda yang biasanya didirikan di halaman masjid hingga ke area taman Arek Lancor, tahun ini dipastikan tidak ada. Temasuk keterlibatan petugas keamanan yang biasanya ada dari Satpol PP, Banser dan remas, kini hanya lima orang dari Banser dan remas.

Pengeras suara juga dipastikan tidak digunakan, kecuali untuk di dalam masjid.  Kotak amal yang biasanya tersedia hingga 60, kini hanya disediakan 20 kotak.

Begitupun kotib dan imam salat, tahun ini akan dipimpin oleh ulama lokal Pamekasan. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Bungbaruh Kecamatan Kadur, Dr. KH. Abd. Basith akan bertindak sebagai khatib dan Ustaz Shobrun Al-Hafiz sebagai imam.

“Tapi kami tetap mengimbau agar masyarakat melaksanakan salat di masjid-masjid terdekat saja. Menghindari kerumunan,” pungkas Ketua Baznas Pamekasan itu.

Sementara itu, Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH. Abdul Bari menjelaskan, pihaknya telah memiliki acuan dalam pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini, baik dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dijelaskannya, salat Jumat yang bersifat wajib, boleh diganti dengan salat dzuhur saat kondisi sudah tidak memungkinkan seperti saat ini.

“Di zona yang sudah tidak terkendali, merah apalagi hitam. Diperbolehkan salat Zuhur,” terangnya.

Sementara salat Idul Adha, ditegaskannya, sebagai salat sunah muakkadah. Namun, karena pelaksanaannya hanya dua kali dalam setahun, masyarakat menganggap penting untuk melaksanakannya seakan-akan hukumnya wajib.

“Maka yang dilaksanakan di masjid, wajib ikuti protkes. Ini gambaran pribadi, belum menjadi edaran PCNU Pamekasan,” pungkasnya. (ali/man/maf/waw)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *