ODGJ di Kabupaten Bangkalan Tembus 1.200 Jiwa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) PENGOBATAN: Yayasan Panti Jiwa Bani Amrini, Tanah Merah Kabupaten Bangkalan menerima kunjungan keluarga dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bangkalan cukup tinggi. Yakni, masih mencapai di angka 1.200 warga masih berstatus ODGJ. Faktor penyebabnya cukup bervariatif, mulai dari keturunan hingga dampak Covid-19 yang tidak kunjung tuntas. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan Riskiyah Nunik Wahyuni, Senin (11/10/2021).

Menurutnya berdasarkan analisa dari tim, akibat dampak Covid-19 warga kehilangan pekerjaan, kerabat yang meninggal juga menjadi pemicunya. Sebab selama Covid-19 memang ada kenaikan laporan ke instansinya mengenai ODGJ. “Tidak banyak, tidak sampai 10 persen. Pastinya kami belum melakukan input data penambahan selama Covid-19. Tapi selalu ada laporan ODGJ baru dan pendataan ada di Dinas Sosial (Dinsos),” ujarnya.

Dia menegaskan, di daerah yang identik dengan slogan Kota Salam belum memiliki rumah sakit khusus gangguan jiwa. Sejauh ini, pengobatan dan perawatan dipusatkan di masing-masing kecamatan maupun desa. Selain itu, bekerja sama dengan rumah sakit jiwa di Surabaya. “Kami pusatkan di kecamatan, beberapa kecamatan sudah memiliki yayasan panti jiwa. Seperti di Kecamatan Tanah Merah, selain itu sudah kami pasrahkan ke masing-masing desa untuk ditangani,” tegasnya.

Pihaknya berharap, agar warga  mampu mengendalikan dan memiliki pola hidup yang sehat. Khususnya harus bisa bersosial dengan lingkungan sekitar.  “Jangan sampai takut menghadapi wabah Covid-19 ini, karena semua juga menghadapinya. Pesan saya jangan lupa untuk gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Pola makan dijaga dan harus tetap berhubungan sosial,” pesannya.

Terpisah, Ketua Yayasan Panti Jiwa Bani Amiri Tanah Merah Zeini menyampaikan, pasien yang saat ini tengah dirawat sekitar 36 orang. Menurutnya, ODGJ yang tinggal di yayasan tidak hanya berasal dari Bangkalan. Melainkan luar Bangkalan, seperti Gresik, Sampang dan Sidoarjo. “Metode pengobatan dan penyembuhan yang kami lakukan lebih ke model metode-metode tradisional,” responnya.

Faktor OGDJ

  • Turunan
  • Sosial
  • Covid-19
    • Kehilangan pekerjaan
    • Kehilangan kerabat

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *