ODP di Bangkalan Meninggal, Keluarga Diminta Periksa Mandiri

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) BELUM DIPASTIKAN: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu menjadi rumah sakit satu-satunya di Bangkalan yang menangani pasien Covid-19.

Kabarmadura.id/Sampang-Masuknya pasien dari Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Jumat (20/3/2020) yang dinyatakan meninggal dunia, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Rambani Ratu Ebuh (Syamrabu) Bangkalan meminta pihak keluarga pasien segera memeriksakan diri agar bisa dipastikan apakah pasien ODP itu positif Covid-19 atau tidak.

Pasien tersebut terdeteksi masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. RSUD Syamrabu Bangkalan yang menerima pasien rujukan tersebut.

Pasalnya, ketika pemeriksaan lebih lanjut atau sebelum diambil sampel darahnya untuk diketahui penyebab sakitnya, pasien ini meninggal dunia.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Syamrabu Nunuk Kristiyani menyampaikan, ketika pasien sudah meninggal, darah yang akan diambil untuk dijadikan sampel tidak bisa keluar.

Sehingga ia meminta kepada keluarga pasien untuk memeriksakan diri di RS dr. Soetomo, Surabaya. Dengan begitu, pasien bisa diketahui penyebab kematiannya, apakah sakit lainnya atau terjangkit Covid-19.

“Pasien ini baru masuk Jumat (20/3/2020), kemudian kondisi pasien masuk sudah therminal atau tidak bagus. Belum dilakukan diagnosis itu, pasien ini sudah meninggal,” terangnya, Minggu (22/3/2020).

Nunuk menjelaskan, pihaknya belum memiliki alat pemeriskaan seperti rapid test. Yang dimiliki hanya spesemen dan swab Ccovid-19 kita sudah punya. Sehingga pemeriksaan bagi yang belum memiliki ciri-ciri terjangkit Covid-19, disarankan dilakukan di Surabaya.

“Karena kalau keluarganya positif, maka kemungkinan pasien ODP ini termasuk terjangkit Covid-19 dan ini sebenarnya penting untuk memastikan hal itu,” imbuhnya.

Terlebih, pasien ODP rujukan Puskesmas Sreseh, Sampang itu sakit selepas pulang dari daerah yang masuk zona merah, yakni Jakarta. Hal itulah yang menyebabkan Nunuk untuk mengimbau keluarga pasien juga melakukan pemeriksaan.

Di Bangkalan sendiri, sudah ada 2 pasien yang masuk ODP. Namun, keduanya dinyatakan tidak terjangkit pandemi tersebut. Mengenai biayanya, akan ditanggung oleh pemerintah atau BPJS. Jika masih ODP dan dinyatakan bukan terjangkit Covid-19, pasien wajib membayar secara mandiri.

“Juga dengan pemeriksaan bagi yang ingin melalukan cek karena merasa memiliki ciri-ciri terjangkit covid-19 bisa dilakukan mandiri sesuai SOP rumah sakit yang bisa melakukan pemeriksaan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan Catur Budi menceritakan, ketika pasien datang ke rumah sakit, pihaknya langsung membawa ke ruang isolasi dan diperiksa. Namun, ketika akan dilakukan therox dan diambil darahnya, korban mengalami kejang dan meninggal. Sehingga dia kesulitan memastikan penyakitnya.

“Akhirnya kami tidak punya datanya, karena mau diambil darahnya sudah kejang-kejang dan meninggal. Darahnya masih sedikit yang kami ambil,” ungkapnya.

Namun menurut Catur, pasien mengalami sesak dan mual-mual. Bahkan ketika masuk ruang isolasi, kesadaran korban juga sudah menurun. Maka, dirinya tidak punya data lebih untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami masih siapkan alat pelindung diri (APD)-nya tadi, ketika selesai mau kami ronsen, dan ambil darahnya, sudah kejang-kejang. Akhirnya gak punya data lebih untuk memastikan sakitnya,” pungkas dokter spesialis paru-paru ini. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *