Kohati: HMI Ajarkan Tingginya Nilai Pengabdian

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) YULI ANISAH: Ketua Kohati Cabang Pamekasan  Yuli Anisah dan Ketua Kohati Cabang Bangkalan Siti Ainatul Khusnah

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, PAMEKASAN– Ketua Umum Kohati HMI Cabang Bangkalan Siti Ainatul Khusnah mengatakan, dalam usia HMI yang sudah matang ini,dia ingin sebisa dan semaksimal mungkin turut serta mengawal kebijakan Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Mengawal kebijakan itu seperti sensitif terhadap isu khususnya bidang keperempuanan dan anak dalam lingkup Kohati. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk wujud kebermanfaatan HMI dan Kohati sebagai organisasi kemahasiswaan dilingkup Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“HMI adalah organisasi kemahasiswaan yang sudah berusia 74 tahun lamanya. Usia yang sudah bisa dikatakan tidak lagi muda. Semoga selalu dan semakin sehat, tetap kokoh dan kuat. Menua di usianya yang tidak muda semangatnya. Semakin memperbanyak Manfaat, dan bermartabat,” pesannya.

Milad HMI ke-74 bagi Ketua Korp HMI wati (Kohati) Cabang Pamekasan Yuli Anisah, adalah momentum refleksi, bahwa tidak hanya llmu pengetahuan melalui sejumlah training selama bersama HMI, tetapi juga ada kematangan membangun karakter dan kepribadian.

Yuli mengaku mendapatkan banyak hal selama berproses di HMI. Pengetahuan dan pengalaman yang didapatnya selama di HMI, diakuinya sangat berkontribusi dalam liangkungan kerja dan lingkungan hidup yang sebenarnya. Menurutnya, HMI telah banyak berkontribusi terhadap perubahan bangsa terutama dalam upaya merebut kemerdekaan Indonesia.

Tidak hanya itu, HMI juga mengajarkan tentang tingginya nilai pengabdian terhadap bangsa, negara, agama dan kepada umat. Pengabdian tersebut semata-mata dilakukannya hanya untuk kepentingan bangsa, agama dan kepentingan umat.

Dia berharap, kader HMI hari ini tidak hanya bisa membanggakan para tokoh nasional yang lahir dari HMI, tetapi juga haru membangun semangat yang tinggi guna menciptakan dunia baru untuk kehidupan diri sendiri.

Sebab menrutunya, meski HMI telah banyak melahirkan tokoh berpengaruh di berbagai sektor, membanggakannya hanya akan menjadikannya lupa diri.

“Kader HMI harus berpegang teguh dan menjujung tinggi AD/ART dan juga nilai-nilai daasar perjuangan atau NDP sebagai ideologi HMI,” tegasnya. (ina/ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *