oleh

Oknum ASN Terlibat Pungli Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kabarmadura.id/SUMENEP-Setelah hasil pemeriksaan serta bukti sudah jelas, oknum aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) pedagang di Pasar Lenteng, Sumenep, akhirnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki mengaku sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dan melengkapi segala bukti-buktinya. Sehingga pada Senin (29/6/2020) pukul 17.30 WIB menandatangani mengenai penahanannya.

Oknum tersebut dimungkinkan akan dikenai Pasal 12 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedukit senilai Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Barang bukti yang menjerat oknum ASN berinisal MS itu adalah uang sebesar Rp15,3 juta yang diduga didapat dari punglinya dan buku catatan.

“Bukan hanya MS, kedua PHL yang terlobat juga ditetapkan sebagai tersangka,” paparnya.

Sebelumnya, diduga melakukan pungutan liar dalam pembagian kios dan lapak baru terhadap pedagang, tiga orang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Sumenep di Pasar Lenteng, Minggu (28/6/2020).

Terduga pelakunya adalah oknum ASN berinisial MS yang bertugas di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep dan 2 PHL berinsial SBH dan J.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, tetap mengedepankan praduga tidak bersalah. Sebab, masih ditetapkan sebagai tersangka, belum terpidana. Sehingga belum bisa dikatakan bersalah.

Terkait pembelaan hukum dari Disperindag, kata Agus tetap  ada. Sebab, oknum tersebut masih berhak dibela secara hukum. Jika divonis bersalah, pihaknya akan menerimanya.

“Kami tidak mau berandai andai, hukum itu berbicara kepastian, kami tunggu prosesnya,” papar dia. (imd/waw)

Komentar

News Feed