oleh

Oknum BRI Penipu Masyarakat Diyakini Terdesak Gaya Hidup Mewah

KABARMADURA.ID, Pamekasan –Setelah diduga membawa kabur uang  miliaran, tersangka penipuan atas nama program BRI, Muhammad Lukman Anizar ternyata dikenaloleh orang-orang di sekitar rumahnya sebagai pribadi yang ramah namun memiliki gaya hidup mewah.

Bahkan menurut informasi yang berhasil dihimpun Kabar Madura, termasuk dari juru bicara korban, Fahmi Andriyansyah Katili, tersangka yang kini buron itu memiliki gaya hidup yang mewah dan serba berkecukupan semenjak dirinya menikah dengan seorang perempuan yang diketahui anak dari seorang jaksa pada tahun 2016 lalu.

Sejak pernikahannya, Anizar disebut menjadi pribadi yang konsumtif dan keinginannya terhadap sesuatu menjadi sangat tinggi. Diyakini, dia melakukan aksi penipuannya karena dituntut oleh tuntutan gaya hidup yang dia jalani.

“Sejak menikah, dia memang beda pergaulannya, dan kalau dilihat dari kebiasaan hidupnya itu jauh lebih konsumstif,” ungkapnya.

Bahkan, tidak hanya ke 23 korban. Sejumlah karyawan BRI lainnya juga banyak yang menjadi korban Anizar hingga jutaan rupiah.Modusnya meminjam, kerja sama dan modus lain. Menurut informasi, Anizar sempat membawa uang jutaan milik petuga office boy (OB).

Informasi lain yang didapatkan, ternyata baru-baru ini, Anizar digugat cerai oleh istrinya ke Pengadilan Agama Pamekasan. Sidang perceraiannya akan dilakukan pada 1 Februari 2021 mendatang.

Sementara itu, salah satu korbannya, Sholihah yang mengalami kerugian Rp1,1 miliar lebih menerangkan,dirinya percaya kepada Anizar karena program yang dijanjikannya telah terbukti kepada orang lain. Karena  itu dia berminat untuk ikut.

Bahkan sebelum Anizar membawa kabur uangnya, dia sempat menerima 10 motor dari dia. Dua di antaranya motor Scoopy, dua dua lagi motor Vario. Satu di antaranya motor Vixion dan lima unit motor Beat. Semuanya merupakan motor bekas, bahkan beberapa di antaranya ada yang tidak dilengkapi dengan BPKB.

Selain motor, dia juga sempat mendapatkan 8 unit handphone dari berbagai merk. Selain motor dan handphone, dirinya juga sempat menerima uang tunai senilai ratusan juta. Karena bukti-bukti itulah, dia semakin percaya dan semakin banyak menyetorkan uangnya.

Menurut informasi darinya, Anizar memberikan motor, HP dan uang dengan berbagai cara dan tempat. Terkadang motor itu diberikan kepadanya melalui satpam di BRI dan terkadang pelaku menyuruh orang lain untuk mengantarkan motornya ke kediaman Sholihah.

Adapun tempat yang kerap dijadikan tempat pemberian sejumlah kompensasi tersebut yaitu di BRI, di tamanArek Lancor dan sentra PKL eks stasiun kereta api, termasuk juga di rumah tersangka. Kediaman tersangka terdeteksi berada di Desa Ceguk.

Dia menyetorkan uang ke tersangka  dengan sejumlah cara. Terkadang dia mentransfer ke rekening tersangka, kadang juga ke rekening orang lain. Namun yang pasti, pelaku tidak hanya menggunakan satu rekening untuk menerima uang darinya.

Bahkan diketahui, salah satu pemilik rekening yang dia kirimi uang, yaitu mertuanya sendiri. Menurut informasi yang diketahuinya, pelaku sempat menjual rumah ibu angkatnya untuk membayar hutangnya ke para korban.

“Tapi kalau nomong itu kayak buru-buru gitu, kayak yang takut ditanya lebih dalam begitu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pimpinan Cabang BRI Pamekasan Darwis Muhammad menceritakan sekilas tentang sosok tersangka. Darwis mengungkapkan bahwa Anizar merupakan orang yang tidak memiliki attitude yang baik.

Bahkan pihaknya telah membebastugaskannya sejak Februari tahun 2019 lalu. Sementara jabatan terakhirnya yaitu sebagai mantri. Sehingga satu tahun terakhir, Annizar sudah tidak lagi memiliki jabatan apapun di BRI.

Bahkan sebagaimana yang disampaikan Sholihah, dia juga mendengar informasi bahwa Anizar sampai menjual rumah ibu angkatnya untuk menutupu utangnya yang miliaran rupiah tersebut. (ali/waw)

 

Komentar

News Feed