oleh

Oknum BRI Penipu Miliaran Diyakini Tidak Hanya Satu Orang

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Penggelapan uang warga oleh oknum karyawan BRI Cabang Pamekasan, ditengarai tidak hanya melibatkan satu orang. Sebelumnya warga yang menjadi korban penupuan mengungkap inisial MLA. Para korban menilai,ada pihak lain yang ikut membantu memuluskan aksi MLA.

“Rangkaian kejahatan yang dilakukan oleh pelaku, kami sinyalir tidak dilakukan oleh MLA sendirian, tapi dia memanfaatkan jejaring yang dia miliki,” ujar oleh juru bicara korban, Fahmi Andryansyah Katili.

Disampaikannya, di antara ke 23 korban, ada seorang korban yang menurutnya mencurigakan. Sebab korban tersebut sebelumnya diketahui kerap membantu MLA mengantarkan motor bonus dari investasi yang dijanjikan kepada korban lain.

Dirinya tidak yakin MLA bertindak seorang diri. Sebab,  yangaa diketahuinya, tidak hanya satpam BRI yang pernah membantu MLA memberikan kunci motor kepada korban, Fahmi meyakini, MLA menggunakan jejaring yang dimilikinya untuk memuluskan aksinya.

Di antara alasan yang membuatnya yakin, MLA tidak hanya menggunakan satu rekening untuk menghimpun uang dari korban. Melainkan, ada beberapa rekening yang diketahui milik orang-orang terdekatnya, seperti mertua dan rekan kerjanya di BRI.

Bahkan, setelah memeriksa memeriksa barang bukti yang diberikan korban, ada bukti transfer dari korban ke nomor rekening yang diketahui milik rekan kerja MLA yang juga karyawan BRI berinisal YIM.

INSERT: Kwitansi

Menurut informasi, YIM sempat bertugas di kantor BRI unit Waru, bahkan Fahmi mengaku kenal dengan YIM. Bahkan dirinya pernah menanyakan secara langsung kepada YIM perihal keterlibatannya dalam kasus ini, namun YIM mengelak dan berkali-kali mengaku tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Tidak hanya itu, ada seorang korban berinisal MA yang diketahui pernah menerima uang dari MLA sebesar Rp45 juta. Namun setelah diivestigasi, MA merupakan korban yang sempat menyetorkan uangnya sebesar Rp48 juta kepada MLA.

Merasa ada yang janggal, MA menagih uang tersebut kepada MLA, namun MLA enggan mengembalikan uang tersebut, hingga akhirnya MLA menyuruh korban lainnya untuk mentransfer ke MA sebesar Rp45 juta. Diyakini karena MLA risih terus menerus ditagih.

Kini MLA menghilang dan tidak bisa dihubungi sejak Selasa, 22 September 2020.Bahkan tidak ada di kediamannya.

Fahmi berharap, MLA segera tertangkap, agar bisa diketahui siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, dan apakah ada karyawan BRI lainnya yang juga ikut terlibat. Selain itu dia terus menuntut pihak BRI Cabang Pamekasan bertanggung jawab mengganti semua kerugian yang dialami oleh semua korban.

“Dengan hadirnya MLA, kan kita bisa tanya secara langsung, siapa yang terilibat karyawan BRI,” ucapnya.

Fahmi juga ingin pihak BRI mau menerima kedatangan para korban guna mendengarkan keluh kesahnya.Setidaknya, dia ingin adanya komunikasi langsung dengan pihak BRI, agar kondisi psikis korban tidak semakin buruk.

Di lain pihak, Pimpinan Cabang BRI Pamekasan Darwis Muhammad mengatakan, dalam waktu dekat iniakan segera melakukan audit internal, karena tidak ingin membuat nasabah BRI kecewa dan terganggu oleh tindakan MLA.

Selain itu, pihaknya juga akanmelaporkan MLA ke kepolisian, karena dianggap telah melanggar hkum berupa penipuan dengan mencatut nama BRI.

“Minggu depan, tim audit internal akan turun ke sini. Dan kemungkinan, kami besok akan melakukan kegiatan ke kepolisian karena pelaku mencatut BRI,” tukasnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed