oleh

Oknum Karyawan BRI Pamekasan Gelapkan Uang Miliaran

KABARMADURA.ID, Pamekasan  – Oknum karyawan Bank BRI Cabang Pamekasan diduga menipu 23 orang. Modusnya, dia menawarkan sejumlah barang dari program lelang. Anehnya, lelang itu bukan dari lembaga lelang namun disebutnya langsungberasal dari BRI.

Program yang ditawarkan berupa iming-iming barang rumah dan kendaraan bermotor yang bisa dibeli dengan harga murah. Namun korbannya harus menyetor uang dalam jumlah tertentu,dengan dalih masuk dalam program investasi.

Fahmi Andriyansah Katili selaku juru bicara para korban mengungkapkan, tindakan pelaku berinisial MLA tersebut dianggap sebagai tindakan melawan hukum, karena telah melakukan penipuan mengatasnamakan BRI dan menggunakan atribut BUMN tersebut.

Operandinya, korbannya dihubungi melalui telepon atau didatangi saat tengah malam. Mereka ditawari barang lelangan dengan harga sangat miring dibanding harga di pasaran. Korban yang terperdaya, akhirnya bersedia menyetor uang itu dan berjanji akan mengirim barang keesokannya.

Yang menarik perhatian korbannya, rumah dan kendaraan tersebut bisa diambil dengan harga murah dan bisa dijual dengan harga tinggi.Sayangnya, rumah dan kendaraan yang dijanjikan itu tidak kunjung terwujud, sehingga 23 orang tersebut merasa tertipu.

Penawarannya, jika korban menyetor uang sebesar Rp50 juta maka bisa mendapatkan bonus satu unit motor Honda PCX. Jika menyetorkan Rp30 juta bisa mendapatkan smartphone, kulkas, AC dan barang berhrga lainnya. Setoran uang itu dijanjikan tidak akan berkurang sedikitpun.

Diungkapkannya, ada sebanyak 23 korban. Total kerugian sesuai barang bukti yang dihitung lebih dari Rp8,2 miliar. Fahmi mengakusudah melayangkan surat permohonan kepada BRI agar segera ditindaklanjuti.

Korban dengan total kerugian terbanyak yaitu Akmal.Warga desaBujur Tengah itu sampai mengeluarkan uang lebih dari Rp2 miliar. Akmal juga ditipu dengan modus  yang hampir sama dengan korban yang lain.

Menurut pengakuan korban, ada sebagian korban yang sempat menerima hadiah dari program yang ditawarkan MLA.Namun anehnya, korban diminta untuk mendatangi kantor cabang BRI di luar jam kerja, bahkan diminta ke bank saat malam hari.

Selain itu, pelaku selalu menghindar untuk bertemu langsung dengan korban, saat memberi hadiah motor tersebut, kunci motornya dititipkan ke satpam bank yang sedang bertugas di malam hari.

Selain meminta kejelasan BRI, Fahmi juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolers Pamekasan.

Menurut kesaksian korban, pelaku pernah tinggal di Jalan Ceguk Pamekasan.Namun saat dicari ke kediamannya, korban tidak ada di tempat. Saat dihubungi melalui saluran telepon tidak bisa dihubungi.

Karenanya, pihaknya meminta agar pihak BRI bertangung jawab dan mengganti semua kerugian yang menimpa para korban.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank BRI Pamekasan Darwis Muhammad enggan memberikan komentar banyak terhadap kejadian tersebut, dia memasrahkan sepenuhnya kepada humas BRI pusat untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Namun Darwis sempat menceritakan bahwa pernah memanggi MLA untuk mengklarifikasi hal tersebut, namun yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya. Sekilas diungkapkan Darwis, pelaku merupakan karyawan BRI nonjob atau tidak memiliki jabatan apapun di BRI.

Bahkan sejak Februari 2019, pelaku sudah tidak memiliki jabatan di BRI.Jabatan terakhirnya yaitu sebagai mantri. Dia mengungkapkan, perilakunya sebagai karyawan BRI tergolong tidak baik sehingga dinonjobkan.

Menurut Darwis, korban penipuan inibukan nasabah BRI, sebab transaksi yang dilakukan korban dengan pelaku tidak sebagai nasabah dan transaksinya tidak tercatat di BRI.

Hingga berita ini ditulis, Humas BRI pusat yang diketahui bernanam Flo tidak merespon saat dilakukan upaya konfirmasi, meski sudah dihubungi melalui pesan whatssapp dan melalui saluran telepon Flo tidak memberikan jawaban.(ali/waw)

Komentar

News Feed