Olahan Rumput Laut, Nelayan Bangkalan Tagih Janji Diskan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEPI: Nelayan saat mencari ikan di sungai sekitar Desa Kramat, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Janji Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan soal pengelolaan rumput laut ditagih oleh sejumlah nelayan. Janji tentang pembinaan serta pelatihan soal olahan rumput laut di Kecamatan Labang dan Kwanyar sampai saat ini belum ada kejelasan. Para nelayan mendesak agar janji tersebut segera direalisasikan.

Salah satu warga Kecamatan Labang, Setyawan Restu Firman mengatakan, pihaknya menyayangkan jika pemerintah daerah tidak kunjung memberikan fasilitas pembinaan terhadap warga. Sebab, hasil kekayaan laut yang ada cukup melimpah dan hanya dijual oleh masyarakat. ”Disini ini banyak kerang dan rumput laut, dan masyarakat hanya menjualnya dengan harga murah ke pasar,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Beberapa warga yang kreatif memang mengolah kulit kerang menjadi hiasan kamar, tetapi untuk rumput laut, kalau tidak laku dijual, biasanya dibuang dan tidak bernilai ekonomis. Sebelumnya, beberapa bulan lalu, Diskan Bangkalan datang bersama petugas Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), dan menyampaikan akan segera melakukan pembinaan. Tapi tak kunjung terlaksana. ”Kemarin itu memang sempat dijanjikan, kami sudah senang, tapi malah tidak ada tindak lanjut lagi,” ulasnya.

Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Mohammad Zaini membenarkan, bahwa sesuai dengan rencana yang dirancang, pengolahan rumput laut di dua kecamatan akan bekerjasama dengan pihak BPWS. Agar pengolahan dan penjualan dapat mudah difasilitasi. ”Kami sudah jalin kerjasama, dan sudah tahap survey juga, tapi kemudian BPWS ditutup,” ulasnya.

Kata Zaini, penutupan BPWS tentu akan berdampak pada kerjasama yang dijalin, pihaknya mengaku kesulitan melakukan pembinaan lantaran tidak mampu menganggarkan secara keseluruhan. Diakuinya pembinaan pengolahan itu akan membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga tidak mungkin jika murni menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). ”Kami masih akan carikan solusi lain untuk memfasilitasi ini, karena ini jadi peluang keberhasilan besar bagi warga,” tutupnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *