Olahraga Tradisional Terancam Punah

  • Whatsapp
TERANCAM PUNAH: Disporabudpar Sampang menyebut eksistensi cabor olahraga tradisional terancam punah.

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang, dituntut bekerja lebih maksimal dalam melestarikan berbagai cabang olahraga (cabor) tradisional khas Kota Bahari. Pasalnya, dalam beberapa dekade terakhir, tidak sedikit cabor tradisional yang terancam punah, akibat mulai ditinggalkan oleh peminatnya.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo melalui Kabid Olahraga Ainur Rofik mengungkapkan, hingga saat ini masih ada lima cabor tradisional yang terus dilestarikan, yakni olahraga Egrang, Hadang (Gopak Sodor), Terompah Panjang, Sumpitan dan Dagongan.

Menurutnya, eksistensi cabor tradisional Sampang belakangan mulai banyak ditinggalkan oleh peminatnya. Oleh karena itu, pihaknya harus bekerja ekstra untuk solusi, agar olahraga itu tidak punah.

“Pada bulan Oktober mendatang, kami akan mengadakan invitasi olahraga tradisional untuk tingkat kabupaten, langkah ini sebagai upaya pelestarian, agar tidak terancam punah,” terangnya pada Kabar Madura, Senin (9/9).

Rofiq (sapaan akrabnya) menjelaskan, sebenarnya sebagian cabor tradisional khas kota Bahari itu ada yang berhasil menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2017 cabor tradisional Egrang berhasil meraih prestasi juara III tingkat nasional.

Kemudian, pada tahun 2018 cabor Egrang kembali berhasil meraih juara I tingkat provinsi, sedangkan tahun ini pihaknya akan mengirimkan cabor Egrang pada even di tingkat nasional yang akan digelar pada bulan November mendatang.

Lanjut Rofiq, selama ini tidak ada anggaran khusus yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk membina para atlet olahraga tradisional. Oleh karenanya, upaya satu-satunya yang bisa dilakukan untuk melestarikan olahraga tradisional itu, hanya sebatas fasilitasi pengiriman atlet potensial dalam mengikuti even perlombaan di berbagai tingkatan.

“Para atlet yang ada saat ini harus ada penerusnya, maka kita mengambil langkah untuk menggelar invitasi olahraga tradisional, karena saat ini yang terpenting dapat menumbuhkan semangat dulu, agar masyarakat mau berolahraga tradisional, karena sebagian cabor tradisional mulai krisis generasi,” jelasnya.

Sambung dia, untuk bisa melestarikan olahraga tradisional tersebut, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan semua elemen masyarakat. Pihaknya berjanji kedepan akan mengadakan pembinaan bagi para atlet, bahkan akan lebih sering mengadakan even dari berbagai cabor tradisional.

“Harapannya adalah olahraga tradisional khas Sampang tetap eksis dan digandrungi oleh para generasi penerus, karena olahraga tradisional itu merupakan kekayaan daerah yang harus dilestarikan,” pungkasnya. (sub/pin).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *