oleh

OPD-Desa Ditekan Sinergis Realisasikan Dana Desa

Kabarmadura.id/SAMPANG-Buramnya rekam jejak realisasi dana desa (DD), membuat Bupati Sampang Slamet Junaidi intens membina dan memberi pembekalan terhadap bantuan sosial di awal kepemimpinannya tersebut. Sebab, banyak penyelewengan DD hingga membuat pelakunya berakhir dibalik jeruji besi, bahkan sempat terjadi di awal realisasi program tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, kader Partai NasDem tersebut sempat mengumpulkan 180 kepala desa (kades) dan 14 camat. Mereka dikumpulkan dan dicekoki Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Tidak hanya itu, mereka dibina oleh Forkopimda setempat, di antaranya, bupati dan wakil bupati, Polres dan Kejaksaan Negeri Sampang. Pembinaan itu dilakukan terkait bahaya penyimpangan penggunaan DD dan alokasi dana desa (ADD).

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, anggaran  DD dan ADD di masing-masing desa diharapkan para pimpinan desa membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan pihaknya menegaskan agar kepala desa tidak mencari keuntungan dari sumber dana DD dan ADD.

“Kepala desa itu punya amanah, jadi kami berharap agar bisa menjalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya, yakni harus peduli kepada masyarakat di masing-masing desa,” katanya.

Organisasi perangkat daerah (OPD) juga diminta selalu bersinergi dengan pimpinan desa, sehingga program desa melalui dana tersebut dapat berjalan maksimal dan bermanfaat kepada masyarakat langsung.

“Artinya jangan sampai membuat program tanpa ada koordinasi dengan desa. Dan kami sudah instruksikan kepada seluruh OPD. Karena kami menginginkan program itu berangkat dari desa dan diakomodasi supaya ada sinergi dengan kabupaten. Sekali lagi kami tidak mau OPD membuat program asal-asalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Malik Amrullah menjelaskan, bahwa seluruh pimpinan pemerintahan desa dan kecamatan sudah diberikan wawasan dan pengetahuan tentang teknis pelaksanaan DD dan ADD tahun anggaran 2019, agar pengelolaannya benar dan jauh dari penyimpangan dan penyelewengan.

“Kami berharap para pemimpin desa paham penggunaan dan manfaat dari dana desa supaya tidak terjadi penyimpangan,” singkatnya. (awe/waw)

Komentar

News Feed