OPD Tidak Setor RKA, Legislatif Sampang Geram

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PEMBAHASAN: 30 persen RKA tidak disetor untuk dilakukan pembahasan, kondisi itu dikhawatirkan menjadi pemicu molornya pembahasan.

KABARMADURA.ID, Sampang -Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2021 mulai dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang.

Kendati sudah  masuk jadwal pembahasan, namun masih ada beberapa RKA dari organisasi perangkat daerah (OPD) belum melakukan penyetoran, padahal RKA tersebut seharusnya masuk tiga hari sebelum dilakukan pembahasan.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, saat ini ada beberapa RKA dalam R-APBD ada yang belum disetorkan. Sesuai jadwal saat ini sudah masuk pembahasan RKA. Sehingga kondisi itu menjadi pemicu lambatnya pembahasan RKA.

“Meski belum menyetor saya memaklumi, karena alasan OPD RKA saat ini skemanya tidak sama seperti sebelumnya, masih ada beberapa termin yang harus diubah sehingga mengalami keterlambatan,” ungkapnya, Selasa (10/11/2020).

Ditambah, untuk RKA yang belum disetor menurutnya bisa dibahas hari berikutnya, sebab pembahasannya itu bertahap.  Namun dirinya berharap, RKA tersebut segera disetorkan, hal itu mengingat  masih banyak OPD yang tidak menyetor RKA.

“Pembahasannya bertahap, artinya jika sekarang membahas dinas satunya, ya besok dinas satunya, dan yang menyetor lumayan banyak, tapi yang tidak menyetor ini masih 30 persenan,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Sampang Dedi Dores menuturkan, dirinya meminta untuk RKA ini segera disetorkan, ia sangat kecewa atas keterlambatan itu, ia tidak ingin hal itu menjadi kebiasaan dinas setiap tahunnya.

Ditambahkannya, RKA seharusnya masuk tiga hari sebelum pembahasan, cuma hingga saat ini masih 70 persen RKA yang sudah disetor dan ini baru mulai pembahasan. Dan sesuai jadwal pembahasan RKA hanya punya waktu 9 hari.

“Berangkat dari pengalaman sebelumnya, setiap pembahasan kebiasan dinas RKA itu dibawa saat mau dibahas, jadi tidak punya waktu untuk membaca dan mempelajari, setidaknya tiga hari sebelumnya,” tuturnya.

“Saya tetap meminta untuk RKA segera disetorkan, karena RKA ini lebih detail, dan yang jelas kami ingin mempelajari dulu sebelum dibahas,” pungkasnya. (mal/ma)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *