Optimalkan Pelayanan untuk Warga, Pemkab Sumenep Luncurkan Call Center 112

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DI-LAUNCHING: Bupati Sumenep Achmad Fauzi ditemani jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) meluncurkan program Call Center 112.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Bupati Sumenep Achmad Fauzi resmi me-launching program Call Center 112 dan aplikasi Hompimpa pada Selasa (17/8/2021). Gebrakan pemimpin Sumenep tersebut sebagai wujud model kepemimpinan transparan, inovatif, dan responsif dalam melayani masyarakat.

Orang nomor satu di Kota Keris tersebut menyampaikan, bahwa sudah sepantasnya berinovasi layanan, yang semula konvensional berubah menjadi layanan digital. Sehingga menurut alumnus Universitas Dr. Soetomo tersebut, jargon Sumenep Melayani yang diusungnya saat kampanye tidak bersifat simbolis. Artinya akan mewujud menjadi program yang nyata.

Program sengaja dirancang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Artinya sebagai bentuk implementasi dari tagline Sumenep Melayani.  “Dengan menyediakan fasilitas dan tenaga yang lengkap, maka Call Center akan menerima selama 24 jam aduan masyarakat Sumenep, baik yang di daratan maupun di kepulauan,” kata suami Nia Kurnia Fauzi tersebut, Selasa (17/8/2021).

Achmad Fauzi menegaskan, pihaknya saat ini telah menyiapkan program layanan Call Center 112. Dengan begitu, jika ada keperluan mendesak atau pengaduan, masyarakat tinggal memanggil nomor 112. Layanan tersebut gratis untuk semua operator.

“Sementara kalau di kepulauan sendiri pasti dimaksimalkan meski beberapa sarana seperti pemadam kebakaran masih kurang,” imbuhnya.

Layanan Call Center diyakini akan sangat membantu masyarakat. Karena nantinya, dengan adanya layanan itu, masyarakat dengan mudah menghubungi tim yang sudah dipersiapkan dan selalu siaga.

“Termasuk antisipasi ada orang yang iseng dan mau main-main pasti tim sudah mengetahui, sehingga insya Allah aman,” papar Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut.

Lebih jauh lagi, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Indonesia itu mengungkapkan, konsep penyelenggaraan panggilan darurat tersebut yaitu dengan layanan ambulance gawat darurat,  penanganan kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kejadian kriminal; seperti pembunuhan, pencurian, terorisme, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, ia memaparkan, ada juga layanan penanganan terkait kebencanaan. Seperti penanganan pohon tumbang dengan korban atau terganggunya aktivitas masyarakat, penanganan hama pengganggu manusia, hewan buas atau berbisa, penanganan kerusakan konstruksi yang mengakibatkan korban atau terganggunya aktivitas masyarakat, penanganan masalah sosial masyarakat, permintaan penyelamatan manusia, dan penanganan kegawatdaruratan lainnya.

“Jadi, di tim layanan Call Center 122 itu ada dari berbagai instansi, baik tenaga kesehatan, kepolisian, kebencanaan dan berbagai kebutuhan lain yang ada pada pelayanan penanganan tersebut; kalau Hompimpa khusus untuk layanan kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan, masyarakat bisa mengakses Call Center 112 melalui semua operator telepon baik dari telepon seluler maupun telepon rumah.

“Yang jelas, panggilan darurat 112 merupakan panggilan bebas biaya, sehingga telepon seluler tidak ada pulsa bisa mengakses layanan ini. Mudah-mudahan, layanan panggilan darurat 112 bisa mencegah kejadian yang lebih parah atau mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” harapnya. (ara/maf/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *