Optimis PAD KBWU di Sampang Capai Target

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) RETRIBUSI: Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan berpelat kuning dmi Sampang mencapai ratusan juta.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan berpelat kuning di Kabupaten Sampang mencapai ratusan juta. Terutama, kendaraan bermotor wajib uji (KBWU) yang terdiri dari, mobil penumpang umum, bus, mobil barang dan kereta gandeng. Hal ini diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Mamik Susriniwati, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, sesuai data di instansinya jumlah KBWU berpelat kuning mencapai 1.870 unit. Dari jumlah tersebut, retribusi untuk PAD sektor uji kir tahun 2021 ditarget Rp277.647.500. Besaran target, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp203 juta. Sedangkan, data ribuan KBWU hasil pengawasan di bulan Januari hingga Juni kemarin.

Bacaan Lainnya

“Jadi data itu, berdasar kendaraan yang lulus uji kelayakan kendaraan. Dari ribuan unit kendaraan menyumbang PAD sebesar Rp157.890.000 dari target Rp277.647.500 atau capaiannya sudah 56,87 persen di semester pertama ini,” ujarnya.

Pihaknya optimis, target akan tercapai di akhir tahun mendatang. Sedangkan, salah faktor utama pencapaian target PAD, akibat minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kepengurusan pengujian kendaraan. Sebab, jika mengacu pada kendaraan, baik angkutan umum, bus dan kereta gandeng berpelat hitam cukup banyak.

Dia mengaku, tidak mempunyai kewenangan untuk menindak kendaraan KBWU yang masih berpelat hitam. Sementara untuk pelaksanaan uji kendaraan dalam satu tahun dilakukan dua kali. Yakni, di semester pertama dan semester kedua dengan estimasi waktu enam bulan. Jika mengalami keterlambatan dari waktu yang ditetapkan akan dikenakan denda.

“Untuk target PAD akan tercapai, meski banyak pemilik kendaraan yang tidak melakukan pengujian. Karena, saat ini sudah diatas 50 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dishub Sampang Agus Alfian menuturkan, untuk menyisir kendaraan angkutan umum yang berpelat hitam dirubah menjadi pelat kuning cukup sulit. Sebab, selain karena kurangnya kesadaran, masyarakat harus mengeluarkan biaya. “Pemilik kendaraan tidak mau untuk diubah, karena ada biayanya,” responnya singkat. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *