Optimisme Program Merdeka Belajar di Tengah Tantangan Pandemi

  • Whatsapp

Oleh: Al-Mahfud*)

Kemajuan dunia pendidikan Indonesia butuh kerja bersama yang harus terus diupayakan dengan berkelanjutan. Perubahan-perubahan harus dilakukan dalam menghadapi setiap tantangan yang ada di masa depan. 

Program Merdeka Belajar yang dicanangkan, dirintis, dan diperjuangkan oleh Kemendikbud dan seluruh pihak di dunia pendidikan saat ini harus langsung dihadapkan dengan berbagai tantangan. Tantangan tersebut terutama terkait situasi pandemi yang mengharuskan terjadinya perubahan dan penyesuaian.  

Di tahun 2021, Kemdikbud telah menetapkan 8 program prioritas Merdeka Belajar yang diharapkan menjadi langkah awal memperbaiki dan membangun dunia pendidikan Indonesia yang lebih transformatif, maju, dan responsif dengan tantangan zaman. 

Adapun 8 program prioritas tersebut adalah KIP Kuliah dan KIP Sekolah, digitalisasi sekolah, prestasi dan penguatan karakter, guru penggerak, kurikulum baru, revitalisasi pendidikan vokasi, Kampus Merdeka, dan pemajuan kebudayaan dan bahasa.

Melihat program-program tersebut kita menemukan adanya spirit baru, inovasi, dan terobosan yang harus didukung dan sudah seharusnya diupayakan bersama. Program seperti guru penggerak, revitalisasi pendidikan vokasi dan Kampus Merdeka mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor dan lembaga. Hal yang dibutuhkan di era globalisasi yang tak lagi memisahkan bidang ilmu dan lembaga.  

“Kemendikbudristek mendukung agar sebanyak mungkin praktisi, dosen, mahasiswa keluar dari lingkungannya untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman baru dalam riset yang mendukung pengembangan karier masing-masing. Ini adalah filosofi dasar yang harus dilakukan secara agresif,” kata Nadiem Makarim (kemdikbud.go.id, 11/08/2021).

Problem klasik dunia pendidikan seperti guru yang terbelenggu urusan administratif pembelajaran mulai terurai berkat terobosan Merdeka Belajar. Misalnya, penghapusan UN dan penyederhanaan RPP yang dilakukan di tahun 2020 terbukti dirasakan manfaatnya oleh para guru. 

“Bapak ibu guru tidak terbebani dengan administrasi yang begitu banyak, bisa menuangkan ide-ide kreatif dan inovatifnya dalam pembelajaran. Kemudian, siswa belajar menjadi lebih menyenangkan, mereka lebih merdeka belajar,” ungkap Tri Worosetyaningsih, Kepala Sekolah SMPN 2 Pakem Jateng, dikutip dari laman kemdikbud.go.id (05/01/2020).

Kemudian, Program KIP Sekolah dan KIP Kuliah patut diapresiasi karena telah membantu anak-anak dengan keterbatasan ekonomi dalam mendapatkan pendidikan dan bisa berprestasi. Kemudian program Guru Penggerak telah mendorong lahirnya guru-guru teladan penggerak perubahan yang mampu membimbing siswa mengeksplore potensi terbaiknya. 

Sebagaimana dikatakan Dirjen GTK Iwan Syahril, bahwa Program Guru Penggerak telah membawa empat perubahan pola pikir. Yakni budaya refleksi, mencari solusi dengan kolaborasi, semangat egaliter, dan memperkuat rasa kekeluargaan (Ruang Guru PAUD Kemendikbud, 18/04/2021).

Tantangan pandemi

Kita tahu, sejak awal tahun 2020 pandemi menghantam semua sektor, termasuk membawa dampak dan perubahan di dunia pendidikan. Program-program Merdeka Belajar yang sudah dicanangkan dan sedang dirintis harus langsung dihadapkan pada situasi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jelas, Kemdikbud harus cepat merespon situasi perubahan tersebut. 

Tercatat di bulan Maret-April 2020, Kemendikbud menyediakan program kuota gratis, realokasi anggaran Pendidikan Tinggi sebesar Rp405 M untuk Rumah Sakit Pendidikan PTN dan PTS, realokasi anggaran Kebudayaan Rp70 M untuk kegiatan Belajar dari Rumah melalui TVRI, peluncuran portal Guru Berbagi, relaksasi penggunaan BOS dan BOP untuk pembayaran honor guru, serta pembelajaran daring.

Kemudian pada Mei-Juni 2020, Kemendikbud meluncurkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk 410.000 mahasiswa, BOS Afirmasi dan BOS Kinerja diperluas cakupannya hingga sekolah swasta. Pada Juli-Agustus 2020, diluncurkan kurikulum dalam kondisi khusus. Lalu sejak September 2020 hingga sekarang, ada bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen untuk menunjang pembelajaran daring.

Tentu, deretan kebijakan selama pandemi tersebut masih memiliki berbagai catatan. Akan tetapi, kita melihat ada langkah-langkah responsif yang diupayakan untuk tetap menjaga asa membangun program Merdeka Belajar di tengah situasi sulit karena pandemi. Semua pihak sudah semestinya bahu membahu mendukung setiap upaya positif tersebut agar program-program berjalan dengan efektif dan efisien.

Perubahan di dunia pendidikan butuh proses, oleh karena itu harus segera dimulai. Pandemi memacu dan mengajari kita lebih responsif dan kreatif dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat. Kita berharap, situasi ini tidak membuat semua elemen di dunia pendidikan menjadi patah semangat. Siswa, guru, masyarakat, dan semua pihak harus tetap saling memotivasi dan menjaga spirit belajar. Justru, situasi pandemi bisa kita jadikan batu loncatan untuk mencapai titik kemajuan positif yang lebih cepat.

*) Peminat topik pendidikan, penulis lepas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *