Optimistis Daerah Bangkalan Mampu Kelola Migas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) Fauzan Jakfar Direktur BUMD Bangkalan

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Ketersediaan minyak dan gas (migas) di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak cukup berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat secara umum.  Sebab wilayah Bangkalan menjadi salah satu daerah penghasil gas di Jawa Timur (Jatim). Hal ini diungkapkan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bangkalan Fauzan Jakfar, Rabu (17/11/2021).

Hanya saja, hingga saat ini belum bermanfaat bagi masyarakat secara umum maupun ke daerah sebagai penghasil migas. Mirinya, eksplorasi yang dilakukan PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) malah dikelola oleh kabupaten lain, yakni Gresik. Seharusnya pengelolaan tersebut dilakukan oleh daerah penghasil migas.

“Akibatnya manfaat dan dampaknya tidak pernah dirasakan masyarakat lokal. Padahal Bangkalan sudah siap melakukan akselerasi pemanfaat gas dengan meminta perjanjian jual beli gas (PJBG),” ujarnya.

Selain itu, sudah siap melakukan unsur resifing visibility (URV) atau produktivitas gas. Namun sayangnya, selama ini URV hanya dilakukan di Kabupaten Gresik, meski sudah jelas pengambilan gas berasal dari Kota Salak. “Bukan malah dikirim ke Gresik, pipanya sangat jauh. Jadi saya harap bisa dibangun disini, biar ada multi efek dan playernya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan ini menegaskan jika dikelola oleh daerah, maka sangat mendukung efektifitas dan perekonomian masyarakat. “Pipa yang dibutuhkan hanya 20 kilometer. Jika disalurkan ke Gresik pipa bisa mencapai 120 kilometer. Karena potensi migas ini,  baik privilege luar biasa untuk pemanfaatan gas,” tegasnya.

Lebih lanjut Fauzan Jakfar menjelaskan,  jika pengelolaan gas PHE WMO dilakukan oleh daerah, bisa menarik investor untuk merealisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Pembangunan Gerbangkertasusilo. “ Apalagi, RT/RW Bangkalan sudah disesuaikan dengan regulasi. Begitupula dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sudah disesuaikan dengan perpres tersebut. Jadi kami benar-benar siap jika dilimpahkan ke kami pengelolaannya,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron juga berharap, pertamina bisa melakukan pengelolaan dan penyaluran hingga penyedia migas di daerah. Sebab pihaknya sangat optimis, bisa menyediakan lokasi yang dibutuhkan oleh pertamina jika sewaktu-waktu dialihkan ke daerah.

“Kami siap menyediakan lokasi dan siap untuk mengelola penyaluran gas. Potensi gas di Bangkalan ini sangat banyak, buktinya pertamina juga akan melakukan pengeboran sumur baru di di daerah kami,” responnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *