Optimistis Rp19 Miliar DAK Pendidikan di Sampang Tuntas Sebelum  Tutup Tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) DIKEBUT: Pengerjaan sarana pendidikan (sarpras) pendidikan jenjang sekolah dasar (SD) Sampang masih 80 persen.

KABARMADURA.ID | SAMPANG  -Menjelang tutup tahun anggaran  berjalan, progres pengerjaan sarana prasarana (sarpras) pendidikan jenjang sekolah dasar (SD) di Sampang masih 80 persen. Sarpras tersebut meliputi, pembangunan ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan fasilitas penunjang lainnya.

Sedangkan anggaran yang sudah terserap dari beberapa sarpras itu, mencapai Rp19 miliar melalui sumber anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021. Rincian penggunaannya, sebanyak 105 rehabilitasi ruang kelas sedang dan berat, 6 program pembangunan RKB, 13 program rehab perpus, 8 program rehab toilet, 1 rehab ruang guru, 1 pembangunan toilet, 1 pembangunan ruang perpus dan 14 program pengadaan media pendidikan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Arif Budiansor melalui Kasi Sarpras SD Suraji mengatakan, pengerjaan rehab dan RKB masih dalam proses. Meski demikian, pihaknya mengklaim tidak ada kendala berarti. Bahkan berjanji, sebelum tutup tahun, anggaran semua pengerjaan tersebut sudah tuntas.

Deadline pengerjaan sarpras pendidikan yang bersumber dari DAK itu ditargetkan tuntas dalam bulan November ini, hanya saja kami tidak bisa menyebutkan tanggal pastinya, tetapi bulan ini harus sudah selesai semua untuk pengerjaan fisiknya. Mayoritas tinggal proses finishing, bahkan sebagian sudah selesai pelaksana serah terima sementera pekerjaan (PHO),” ujarnya, Senin (15/11/2021).

Pihaknya membeberkan, kucuran DAK tersebut untuk meningkatkan sarpras sekolah di daerah yang dikenal dengan slogan Kota Bahari. Tujuannya, untuk mencapai pendidikan berstandar nasional. Untuk itu, akan lebih memaksimalkan upaya pengawasan dengan harapan program DAK direalisasikan dengan benar dan baik.

“Tidak ada kendala dalam realisasi DAK ini, hanya saja pengerjaannya harus dimaksimalkan, tidak bisa sembarangan, kalau ketahuan ada yang tidak sesuai, kami langsung minta perbaikan,” paparnya.

Dalam proses pekerjaan rehab dan RKB, pihaknya selalu mengingatkan kontraktor atau pelaksana. Agar kualitas bangunan diutamakan. Sehingga konstruksi bangunan lebih kuat dan berusia lebih lama. “Kami harap pelaksana bisa mengerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB), karena dari awal kami sudah mewanti-wanti agar selalu mengutamakan kualitas pengerjaan,” tegasnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *