Ortu Khawatir, Imunisasi Bayi Menurun di Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ZUBAIDI) MANIS SEKALI: Seorang perempuan menggendong bayi yang baru lahir.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Imunisasi bayi saat wabah Covid-19 tergolong penting. Yakni, dengan tetap memperhatikan jadwal imunisasi, jaga jarak, dan sarana kesehatan yang dipilih.

Namun, cakupan rutin imunisasi untuk bayi di Kabupaten Pamekasan sejak wabah Covid-19 merebak mengalami penurunan.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marzuki, melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Nanang Suyanto menjelaskan, terjadinya penurunan imunisasi Covid-19 disebabkan banyaknya warga yang enggan atau khawatir melakukan imunisasi bayinya di Posyandu ataupun di puskesmas-puskesmas terdekat karena adanya Covid-19.

“Para orangtua khawatir untuk mengimunisasi bayinya karena adanya Covid-19 ini,” terang Nanang Suyanto, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, dengan menurunnya imunisasi bagi balitq menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya. Di sisi lain saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, sedangkan di sisi lain adanya penurunan imunisasi bagi bayi dikhawatirkan akan berdampak pada lemahnya kekebalan bayi.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, dengan menurunnya cakupan imunisasi bagi bayi, maka akan dimungkinkan berdampak pada kekebalan bayi. Sehingga, mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit bagi bayi, seperti campak.

“Untuk mencegah hal itu, kami secara rutin melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat di tengah wabah ini. Jangan sampai melupakan imunisasi bagi balita,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Kabid Kepala Bidang Pengendalian pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Zainal A. Ary Ari menyebutkan, berdasarkan bayi yang melakukan imunisasi selama tahun 2019 di Pamekasan yaitu 11.941 atau 94,25 persen.

Sedangkan untuk tahun 2020 ada sebanyak 10.671 atau 84,88 persen.

“Untuk data tahun ini masih proses rekap. Data mengenai kurangnya cakupan gizi itu, saat ini puskesmas dan posyandu di Pamekasan belum menyetorkan datanya,” pungkasnya. (km60/nam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *