OTT Pungutan Kapitasi Diarahkan Jadi Kasus Pungli Biasa

  • Whatsapp
JADI PUNGLI: OTT di Puskesmas Pragaan berubah status menjadi kasus pungli biasa yang butuh penyelidikan lebih lanjut.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Polres Sumenep terus mendalami kasus dugaan pemotongan dana kapitasi di Pusat Kesehatan (Puskesmas) Pragaan. Sejauh ini, dari hasil penelusuran pihak kepolisian, ditengarai ada keterlibatan oknum di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.

Mengenai dugaan keterlibatan pihak Dinkes Sumenep dalam kasus itu, pihak Polres Sumenep tidak menampik. Namun sejauh ini belum bisa membeberkan, karena masih dalam tahap pendalaman dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto menyampaikan, terhadap kasus dugaan pemutongan dana kapitasi tersebut, kini masih terus dilakukan penelusuran secara menyeluruh. Termasuk ada dugaan keterlibatan oknum dari pihak Dinkes Sumenep.

“Kasus itu, ini lagi penyelidikan, masih proses pendalaman, kalau ada perkembangannya akan disampaikan nanti,” katanya, Selasa (13/8).

Menanggapi dugaan keterlibatan pihak Dinkes Kabupaten terhadap dugaan pungli dana kapitasi itu, Kepala Dinkes Sumenep Sumenep Agus Mulyono mengelak. Sehingga dirinya juga tidak dapat menjelaskan secara detail terhadap keabsahan kasus tersebut.

“Saya tidak tahu apa-apa, kan masih baru beberapa bulan saya (sebagai kepala Dinkes Sumenep, red), masak sudah mau melakukan seperti itu,” katanya.

Termasuk ketika ditanya terkait keterlibatan oknum dari pihaknya terhadap kasus tersebut, ia juga enggan memberikan klarifikasi, sehingga pihaknya juga tidak dapat memberikan keterangan secara valid terhadap kejelasan kasus tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelunmnya, tiga aparatur sipil negara (ASN) di Puskemas Pragaan, Selasa (6/8) dicokok pihak Polres Sumenep terkait kasus pungli dana kapitasi. Mmenurut Tego, kasus dugaan pemotongan dana kapitasi itu berawal dari laporan masyarakat pada Bulan Juli lalu.

“Bulan Juli kami menerima dumas (pengaduan masyarakat) kemudian kami tindaklanjuti dan periksa sekitar empat saksi,” katanya.

Setelah pihaknya mendatangi Puskesmas Pragaan pada Selasa (6/8) lalu, menemukan seorang bidan yang sedang menyetor uang sebesar Rp1 juta yang diduga sebagai pemotongan dari dana kapitasi yang diterima olerh bidan itu sendiri.

Karena pihaknya melihat transaksi itu, maka bidan yang menyetor tersebut bersama pihak yang menerima setoran, kemudian diamankan dan dibawa ke Polres Sumenep, termasuk satu orang lainnya yang juga berada di lokasi.

Tiga orang ASN yang diamankan itu, antara lain adalah bendahara pusksesmas dengan inisal R, kemudian staf tata usaha berinisial M dan seorang bidan inisial P yang menyetor uang Rp1 juta dugaan pemotongan dana kapitasi.

Ketiganya kemudian diperiksan secara intensif di Polres terkait regulasi soal pemotongan kapitasi itu. Mereka dimintai keterangan untuk mengumpulkan informasi peristiwa secara utuh.

“Jadi yang menyetor dan ada yang menerima. Sampai saat ini masih kami dalami, bahkan kami juga sudah ambil keterangan kepala puskesmasnya,” terangnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *