P4TM Gandeng Petani Tembakau, Tanam 50 Hektar Varietas Kastore Pote

News151 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Pengawalan kualitas tembakau Madura yang diusung Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) tidak hanya isapan jempol. Tahun ini, ditargetkan sekitar 50 hektar lahan yang akan dikerjasamakan dengan petani menggunakan bibit varietas Kastore Pote. Bahkan penanaman secara simbolis sudah dilakukan di Desa Montok Kecamatan Larangan, Selasa (23/5/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua P4TM Khairul Umam, Pembinaan P4TM H. Saleh, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimka), Kepala Desa (Kades) Montok, dan puluhan masyarakat petani.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Ketua P4TM H. Khairul Umam mengatakan, penanaman varietas tembakau Kastore Pote di Desa Montok lantaran kondisi lahan sangat cocok dan ketersediaan airnya cukup memenuhi. Sehingga langkah tersebut untuk mengawal dan meraih kembali masa kejayaan para petani di Madura.  Sehingga butuh pendampingan, mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan dan produksi tembakau.

Baca Juga:  Hasilkan 5 Rekomendasi, Halaqah Tembakau PCNU Pamekasan Minta Tidak Ada Pembatasan Maksimum Cukai Rokok

“Kami bertekad untuk terus menjamin mutu dan kualitas tembakau Madura demi kesejahteraan petani tembakau,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Pria yang akrab disapa H. Her ini menuturkan, kerjasama dengan petani tidak hanya diterapkan di Desa Montok Kecamatan Larangan. Akan tetapi, hal yang sama juga diterapkan di Kecamatan Galis dan Kecamatan Pademawu. Sedangkan untuk bibitnya diprediksi membutuhkan 500 ribu bibit dengan asumsi setiap 1 hektar membutuhkan 10 ribu bibit berjenis Kastore Pote.

“Varietas Kastore Pote dalam produksi rokok memang dibutuhkan, semua pabrik rokok memakainya,” tuturnya.

Baca Juga:  Ketua PWI Pamekasan Janji "Perangi" P4TM, Begini Tanggapan H Her

Sementara itu, Kades Montok Kusmiana Tamrin mengaku, sangat mengapresiasi kinerja P4TM yang sudah memilih Desa Montok sebagai salah satu pilot project varietas Kastore Pote. Sebab hasil pertanian tembakau sedari dulu menjadi andalan utama masyarakat Madura untuk memenuhi kehidupan yang layak.

“Saya sangat senang sekali dan berterima kasih untuk program ini, karena ini satu terobosan baru untuk Desa Montok,” responnya. (*)

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Totok Iswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *