Pabrik Gula Gagal Gaet Investor, Disbun Jatim Tawari Pamekasan Bangun PG Mini

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) TERSENDAT: Kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk mengelola pabrik gula mini.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Saat rencana pembangunan pabrik gula (PG) di Pamekasan belum bisa terealisasi karena minimnya minat para investor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengusulkan pembangunan PG mini di Pamekasan.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan Taufikurrachman, usulan tersebut telah melalui studi banding ke salah satu PG di India. Namun PG ini lebih kecil.

“Pemprov yang melakukan studi. Nanti pabrik mininya itu tetap ditawarkan ke investor,” ucap Taufik.

Namun menurutnya, rencana tersebut belum memungkinkan direalisasikan. Sebab, rencananya PG mini tersebut diminta untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pamekasan. Sementara keuangan daerah saat ini sedang terganggu oleh dampak wabah Covid-19.

Selain itu, lanjut Taufik, masih terdapat pro kontra dalam rencana pembangunan PG mini. Sebagian pihak menganggap PG mini tidak akan mampu mendatangkan banyak keuntungan,  namun sebagian lainnya optimis akan menuai banyak hasil.

Pembangunan PG mini tersebut rencananya menggunakan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Sehingga biaya pembangunan tersebut tidak akan dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan kepada pihak swasta.

“Jadi tidak ada dana dari kita,” ungkap pria asal Sumenep itu.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Karyadi menuturkan, pihaknya telah lama merencanakan pembangunan PG tersebut. Bahkan sebelum adanya wabah Covid-19, sudah melakukan komunikasi cukup intens dengan bupati Pamekasan.

“Kami sudah membuat group untuk pembangunan pabrik gula mini ini. Begitu pandemi, kami sudah tidak intens lagi,” jelas Karyadi.

Kendati begitu, pihaknya mengaku tetap menjadi rencana tersebut sebagai program prioritasnya. Sebab, rencana itu telah masuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Kawasan Sentra Produksi dan Komoditas Unggulan.

“Tapi itu dia. Investor itu pada enggan untuk masuk di Madura. Ini kan yang harus kita eliminir mestinya,” pungkasnya. (ali/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *