Pabrikan Abaikan Peringatan Disperindag, Ngotot Rahasiakan Jadwal Buka Gudang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) KALAH KUAT: Pabrikan belum bersedia informasikan jadwal pembukaan pembelian tembakau petani meskipun sudah diperingatkan Disperindag Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Memasuki musim panen tembakau tahun 2021 ini, PT. Wismilak terhitung terlambat dalam menentukan target serapan. Jika 8 pabrikan lainnya sudah menentukan pada bulan April, PT. Wismilak baru menentukan rencana pembelian pada Agustus. Rencananya, PT. Wismilak akan melakukan  pembelian sebanyak 250 ton.

Kendati demikian, berdasarkan keterangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, 8 pabrikan yang sudah menentukan serapannya juga belum menentukan jadwal pembukaan pembelian tembakau. Padahal Disperindag sudah memperingatkan dengan melalui surat.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Konsumen Disperindag Pamekasan Agus Wijaya, sampai masuknya musim tanam, tidak ada satupun dari pabrikan yang menentukan jadwal bukanya pembelian.

“Kami sudah mengirimkan surat ke gudang (pabrikan) pada bulan Juli, tetapi sampai saat ini tidak ada laporan, kan seharusnya gudang melaporkan mau beli tanggal berapa, kami sudah menghubungi lewat telepon, alasannya tidak ada pemberitahuan dari pabrik, jadi kami tidak bisa memaksakan,” paparnya, Senin (2/8/2021).

Dari 9 pabrikan yang biasanya membeli tembakau petani setiap tahunnya, hanya PT. Bentoel yang memastikan tidak melakukan pembelian. Alasannya, ketersediaan tembakaunya masih bisa mencukupi kebutuhan produksi selama 5 tahun ke depan.

“Tapi untuk Wismilak itu kan hanya ancang-ancang, jika cuacanya seperti ini bisa bertambah, jadi dari 9 pabrikan, ada 1 yang tidak akan melakukan pembelian,” urainya.

Kondisi itu menurut Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail Arrahim, seharusnya menjadi tanggung jawab Disperindag untuk menjembatani. Sebab, di beberapa wilayah di Pameksan sudah banyak petani tembakau yang panen.

Dia ingin, jika di awal ada pertemuan khusus membahas target rencana serapan, saat ini harus ada juga rapat bersama untuk mengkonfirmasi kesediaan pabrikan, dan kapan akan membeli tembakau petani.

“Pemkab harus mengundang lagi perwakilan pabrikan itu, sehingga ada kepastian rencana pembelian pabrikan, ada perubahan atau enggak, dari keterangan awal hingga akhir, jadi harus lebih proaktif,” tukasnya. (rul/waw)

RENCANA SERAPAN TEMBAKAU MADURA 2021

PT Gudang Garam 3.500-7000 ton

PT Bentoel tidak beli

PT Sadhana Arifnusa 200 ton

PT Aliance One Indonesia 700 ton

PT NOJONO 700 ton

PT Wismilak 250 ton

PT Jarum 65.000 ton

PT Grendel 1.500 ton

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *