Pabrikan Enggan Kirim Data Buruh, BLT DBHCHT Terlambat Cair hingga 6 Bulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TUNTUT BLT: Kabag Perekonomian Setda Pamekasan, Sri Puja Astutik saat menemui masa aksi di depan kantor DPRD Pamekasan, Selasa (31/8/2021).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Bantuan langsung tunai (BLT) untuk buruh pabrik rokok dan buruh tani masih tersendat penyalurannya. Selama enam bulan terakhir, bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) itu belum dicairkan ke penerimanya.

Hal itu terungkap saat ratusan buruh datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Selasa (31/8/2021). Mereka meggelar runjuk rasa menuntut peningkatan kesejahteraan para buruh.

Ratusan masa yang kompak mengenakan baju berwarna merah itu, menuntut agar BLT untuk buruh itu segera dicairkan. Sebab, menurut mereka, BLT tersebut harusnya diberikan selama enam bulan sebesar Rp300 ribu. Sementara hingga Agustus 2021, belum dicairkan. Mereka geram, karena program itu seharusnya sudah memasuki semester kedua tahun 2021.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan, Sri Puja Astutik mengaku akan tetap mencairkan BLT kepada seluruh buruh tani tembakau  dan buruh pabrik rokok. Namun, pihaknya masih melakukan verifikasi data penerima.

Data penerima buruh tani tembakau bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan dan data buruh pabrik rokok melalui setiap pabrik rokok berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan.

Namun, Sri juga menyebut, tidak semua pabrik rokok mau menyetorkan data buruhnya. Sementara kriteria buruh yang bisa mendapat BLT pada awalnya antara lain; bukan penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Namun, setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menerbitkan pedoman baru mengenai pencairan BLT DBHCHT, pabrikan mulai banyak menyetorkan data buruhnya. Sebab, kriteria penerima BLT tidak lagi mempertimbangkan status kepesertaan pada program bansos oleh Kemensos.

Hingga saat ini, data buruh pabrik rokok yang berhasil dihimpun yaitu sebanyak 2.664 orang. Sementara data buruh tani tembakau disamakan dengan data penerima bansos dari Kemensos. Selain itu, kendala juga terjadi proses pencairan dana. Sebab, terjadi perubahan kode rekening, yang awalnya masuk di nomeklatur bansos, berubah ke belanja barang dan jasa.

“Jadi harus melalui perubahan rekening itu, melalui PAK nanti. Tidak bisa dipaksa cair sekarang, karena dari rekeningnya saja salah,” terang Sri. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *