Upacara di Tengah Laut,  Nelayan Ingin Tunjukkan Arti Kemerdekaan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PROTEIN BANGSA: Nelayan Bangkalan mengibarkan bendera merah putih di tengah laut sebagai ekspresi untuk memberi arti kemerdekaan bagi nelayan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Sudah dua tahun terakhir merayakan hari kemerdekaan dengan sederhana. Wabah Covid-19 mengakibatkan banyak hal harus dilakukan dengan pembatasan.  Namun pada Selasa (17/8/2021) sekitar pukul 07.00 pagi, puluhan nelayan dari berbagai kecamatan di Bangkalan memenuhi lokasi Jembatan Gladak Lanjhang, Martajasah. Mereka terlihat menghiasi perahunya dengan bendera merah putih dan memakai baju adat Madura.

Kurang lebih ada 100 perahu nelayan memenuhi perairan yang berbatasan dengan laut Gresik tersebut. Dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes), para nelayan mulai berangkat ke tengah laut satu per satu.

Mereka bukan sedang mencari ikan, namun akan melakukan pengibaran bendera atau melakukan upacara di tengah laut, tepatnya di Batu Layar, pesisir laut Bangkalan dengan laut Gresik.

Kegiatan tersebut merupakan pertama kali yang mereka lakukan sepanjang perayaan kemerdekaan. Keunikan pun terlihat saat mereka berjajar di sekitar Batu Layar tersebut dengan menjaga jarak antar perahu satu dengan lainnya.

Ketua Nelayan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bangkalan Suryadi mengatakan, kegiatan itu menggandeng anggota Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Bangkalan. Motivasinya, ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan bagi nelayan itu adalah ketika nelayan sejahtera.

“Sejahtera bagi ukuran kami sebagai nelayan yakni perekonomian bagus, yang kedua bisa jadi pendidikannya dijamin oleh pemerintah dan kesehatan nelayan juga bisa terjamin,” katanya usai menyukseskan acara tersebut.

Baginya, makna kemerdekaan harus ada di laut dan di darat. Maka dia ingin membuktikan bahwa kesejahteraan nelayan yang ada di lautan juga patut diperjuangkan dengan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di tengah laut. Sebab, selama ini kemerdekaan masih ada ketimpangan antara daratan dan lautan. Di mana nelayan Bangkalan masih terampas hak-haknya.

“Ruang tangkap kami sebagai nelayan mulai sedikit akibat penyempitan laut akibat eksploitasi. Bagi kami sebagai nelayan, merdeka adalah pemerintah bisa memfasilitasi infrastruktur untuk kemakmuran nelayan. Sebab nelayan juga pahlawan untuk membangun protein bangsa ini,” jelasnya.

Dalam upacara kemerdekaan yang diselenggarakan dengan unik ini, Pasiter Kodim 0829/Bangkalan Kapten Inf Slamet Gunarto didaulat menjadi pembina upacara. Sedangkan anggota Hipakad bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan para nelayan sebagai pasukan upacara.

Perahu-perahu berjejer mengelilingi Batu Layar. Saat proses pengibaran bendera, terlihat para nelayan dengan khidmat menyanyikan Indonesia Raya sambil mengangkat tangan kanannya untuk menghormat kepada sang saka merah putih yang berada di tengah laut.

Dalam sambutannya sebagai pimpinan upacara, Kapten Inf Slamet Gunarto tampak terharu dan matanya berkaca-kaca. Katanya, dia sangat bangga terhadap nelayan Bangkalan yang mengikuti acara tersebut dengan tertib dan kompak. Selain itu, banyak pahlawan yang lahir dari bumi Bangkalan.

“Kalian (nelayan, red) juga pahlawan bangsa yang memenuhi kebutuhan gizi putra-putri Indonesia. Saya menangis karena Bangkalan merupakan guru pahlawan di Indonesia, yakni Syaikhona Kholil yang kini tengah diperjuangkan gelar pahlawannya dan saya menangis karena jasa-jasanya atas kemerdekaan NKRI,” terangnya terbata-bata di sela-sela sambutannya saat memimpin upacara.

Upacara itu berakhir pukul 10.00 WIB. Sebagai rasa syukur dan keberkahan atas kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, para nelayan berkeliling di Batu Layar sebagai penghormatan kepada bendera yang telah berhasil dikibarkan. Usai upacara, atau saat di daratan, para nelayan juga merayakannya dengan makan bersama dan mengadakan acara syukuran.

Dua tumpeng telah siap diserbu dan didoakan sebagai rasa syukur nelayan. Saat diwawancarai daratan, Ketua Hipakad Bangkalan Hendrayanto mengaku, upacara Hari Kemerdekan merupakan momen bersejarah untuk mengenang jasa para pahlawan dan Batu Layar adalah tempat bersejarah.

Dia juga bersyukur acara tersebut bisa berjalan lancar. Atas kekompakan itu, dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan bisa memperhatikan kemaslahatan nasib nelayan.

“Karena selama ini seolah-olah nelayan masih ditinggalkan. Maka dengan momentum Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ini bisa menjadi tombak dan pemula kemerdekaan para nelayan juga. Peserta kurang lebih 200 nelayan dengan sekitar 100 perahu,” tukasnya usai melaksanakan pengibaran bendera.

Dengan kegiatan itu juga, menurutnya bisa memupuk rasa nasionalis dan patriotisme para nelayan Bangkalan. Selain itu, nelayan juga bisa memiliki rasa bela negara. Sebab, kegiatan itu pertama kali di Bangkalan dan akan menjadi kegiatan rutin mereka bersama para nelayan. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *