PAD Meleset, Dinkes Sampang Angkat Tangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) RETRIBUSI: Dampak Covid-19, capaian retribusi pelayanan kesehatan menurun.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Retribusi dari pelayanan kesehatan sebagai penunjang pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sampang tahun 2020 mengalami penurunan. Tercatat pada laporan keuangan sementara dari target Rp10.879.330.795, hanya tercapai Rp6.678.896.400.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menuturkan, penurunan retribusi dari pelayanan kesehatan tersebut terjadi pada semua tempat pusat kesehatan di Kota Bahari. Penurunan itu karena masyarakat enggan datang ke rumah sakit atau pusat kesehatan lainnya. Sebab dengan isu yang beredar berdampak pada kekhawatiran masyarakat terpapar Covid-19.

Bacaan Lainnya

Adapun isu yang beredar tersebut masyarakat akan diklaim terpapar Covid-19 bilamana kondisi sakit datang ke rumah sakit. Hal ini salah satu penyebabnya.

“Retribusi kesehatan ini tergantung dari jumlah masyarakat yang datang, karena merasa khawatir terpapar Covid-19, akhirnya tidak datang ke rumah sakit,” katanya, Selasa (24/11/2020).

Tetapi dirinya tetap akan berupaya untuk mencapai target yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Sebagai upaya diakuinya melakukan penyisiran problem ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), polindes untuk dapat diidentifikasi.

“Ada tambahan tapi belum disetor ke BPPKAD, jadi kami tetap berupaya untuk capai target,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Chairiyah mengatakan, adanya wabah Covid-19 memang sangat berdampak pada pencapaian retribusi, terlebih kondisi pelayanan kesehatan.

Adapun penurunannya jika dipersentasikan 30 sampai 40 persen berdasarkan dara data pengajuan pada 21 November tahun 2020. Namun dirinya tetap akan mengontrol semua dinas untuk memaksimalkan capaiannya dengan cara mencari problem yang berdampak penurunan.

“Untuk kesehatan retribusi kesehatan targetnya, Rp10.879.330.795, hanya tercapai Rp6.678.896.400, jadi memang menurun,” singkatnya. (mal/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *