oleh

PAD Retribusi di Pamekasan Dianggap Stagnan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, menuding proses yang dilakukan dalam penarikan retribusi di berbagai sektor belum berjalan efektif. Akibatanya, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi stagnan.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua Fraksi Madani Ahmad Dian Permana. Menurutnya, retribusi di wilayah Pamekasan belum sepenuhnya sistematis. Indikasinya, masih banyak ditemukan penarikan retribusi secara manual. Salah satunya penarikan retribusi parkir di pasar tradisional.

“Retribusi parkir akan lebih efektif jika menggunakan sistem portal sebagai pengendali dan sistem kontrol, termasuk di pasar-pasar, sehingga mempersempit oknum-oknum untuk mengambil keuntungan,” ungkapnya, Minggu (19/7/2020).

Dijelaskannya, penerapan sistem yang lemah dalam retribusi parkir akan mempengaruhi terhadap sumbangan kepada PAD. Akibatnya, jumlah PAD dari jasa retribusi tetap stagnan. Oleh karenanya, pihaknya meminta agar Pemkab memiliki terobosan yang jelas guna memberikan sumbangan yang optimal kepada PAD.

“Sistem yang lemah sangat mungkin terjadinya ketimpangan dan bisa saja tidak dilaporkan apa adanya, disitulah potensi bocornya PAD kita,” keluhnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, sangat berterima kasih kepada legislatif yang terus memberikan masukan untuk terus melakukan perbaikan di berbagai sektor, termasuk di sektor retrisbusi.

“PAD kita sudah meningkat. Peralihan sistem dari yang manual ke elektronik sudah dijalankan,” pungkasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed