PAD Retribusi Provider di Bangkalan Jauh dari Target

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TIDAK OPTIMAL:Capaian retribusi provider di Kabupaten Bangkalan masih Rp5 juta dari target pendapatan asli daerah (PAD) Rp953.500.000.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pendapatan pajak retribusi provider semester pertama masih rendah. Yakni, hanya tercapai Rp5 juta atau berada di angka 0,52 persen dari target Rp953.500.000. Rendahnya pendapatan terjadi, akibat terkendala penanganan Covid-19. Sehingga, upaya penagihan tersendat. Hal ini diungkapkan Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Sugianto Zein, Minggu (11/7/2021).

Menurutnya, hingga saat ini kekurangan pendapatan dari target sekitar Rp948.500.000. Sedangkan, untuk mengoptimalkan penagihan di masa pandemi cukup beresiko tinggi. Terutama, mengingat kantor pemilik PT atau provider tidak semuanya berada di Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Kami memang belum sempat melakukan penagihan, karena kondisinya masih belum aman. Apalagi, provider itu ada yang di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Sedangkan saat ini, sedang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat,” ujarnya.

Pihaknya berjanji, usai kondisi pandemi akan melakukan pendataan tower. Sebab, ada kemungkinan bertambah dan juga tidak aktif. Sehingga, bisa diketahui jumlah dan baru bisa dilakukan penagihan. “Kami akan data dulu nanti, jika memang tidak mau membayar akan diberi peringatan,” ucapnya.

Ditegaskan, pembayaran retribusi memang terbiasa dilakukan di semester kedua. Sehingga, jika di semester pertama masih jauh dari target, maka hal yang wajar. “Nanti saat sebelum menjelang akhir tahun, biasanya mereka langsung melunasinya. Kalau saat ini, masih wajar-wajar saja rendah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (kabid) Pajak dan Retribusi II Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Yenny Repeliyanti membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang targetnya masih sangat minim agar segera memaksimalkan penagihannya. Sebab, jika memang kesulitan menemukan peluang penagihan, maka nanti akan diusulkan untuk perubahan anggaran keuangan (PAK).

“Saya harap para OPD yang target PADnya masih jauh, bisa segera dikejar. Kalau masih bisa diupayakan itu lebih baik, setidaknya agar ketercapaian target PAD tidak terlalu anjlok,” harapnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *