oleh

PAD Tak Imbang,  Pengajuan ETLE di Bangkalan Ditolak

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pengajuan electronic traffic law enforcement (ETLE)  di Bangkalan ditolak. Sehingga hal itu membuat penindakan pelanggaran masih dilakukan secara manual atau konvensional. Ditolaknya pengajuan pengadaan ETLE oleh pemerintah daerah disebutkan lantaran belum siap memenuhi kebutuhan dan dan fasilitas untuk ETLE. Selain itu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Perhubungan juga menjadi alasan tidak diterimanya pengajuan tersebut.

Salah satu pengendara motor di Bangkalan Ainur Rosiqin menuturkan, tilang konvensional seharusnya sudah dilarang dan tidak dilakukan oleh oknum polisi atau satuan lalu lintas. Sebab, sesuai dengan imbauan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) baru, agar penilangan kendaraan bermotor tidak lagi dilakukan oleh petugas.

”Saya rasa itu menjadi maklumat yang seharusnya dipatuhi, tetapi kenapa di Bangkalan masih belum,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Bangkalan Ahmad Siddik menyampaikan, pemberlakuan penilangan oleh petugas tidak salah. Sebab, sarana prasarana di Bangkalan belum mencukupi untuk melakukan pengadaan ETLE.

”Kalau daerah yang sudah bisa menyediakan tentu sudah memberlakukannya, tapi kan disini tidak,” katanya.

Siddik mengaku sudah pernah melakukan pengajuan pengadaan ETLE ke Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Tetapi tidak diterima, sebab kebutuhan untuk menyediakan ETLE kemungkinan butuh dana miliaran. Sehingga memang tidak mudah disetujui.

”Dana untuk ETLE ini memang cukup besar. Karena memang harus satu paket, jika memang ingin difungsikan,” ulasnya.

Menurut Siddiq, pertimbangan persetujuan pengadaan ETLE tentu mengacu pada jumlah sumber PAD yang diberikan. Sebab, pengelolaannya diinginkan tetap kembali dan memberikan dampak baik terhadap PAD.

”Karena khawatir belum memenuhi target PAD mungkin, jadinya tidak disetujui,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed