Padepokan Biruh Ompos  Hiasi Desa dengan “Festival Bamboo”

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FOR KM/RON) PEDEPOKAN: Biruh Ompos implementasikan kreativitas dengan cara menghiasi desa.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Padepokan Biruh Ompos merupakan organisasi yang terdiri dari golongan pemuda atau pelajar yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), dan  juga sebagai cara untuk  menghiasi desa.

Pasalnya, dalam menghiasi desa,  dikemas semenarik mungkin, sesuai dengan kreativitas anggota. Sehingga desa dapat dihiasi dengan bahan-bahan sederhana. Semisal dengan memakai bambu.

Bacaan Lainnya

Biruh Ompos  didirikan tahun 2011 di Desa Gunung Eleh secara independen. Adapun anggota yang tergabung dari dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Robatal dan Kedungdung. Tapi, meski hanya dari dua kecamatan, untuk kegiatan kepramukaan tersebar di Sampang, sehingga setahun sekali mengadakan kegiatan kepramukaan yang diikuti  semua kecamatan di Sampang.

“Biruh Ompos berdiri tahun 2011, dan fokus ke SDM. Teman-teman itu aktif di kepramukaan, kesenian, pendidikan, dan peningkatan kreativitas. Jadi dengan kreativitas itu, teman-teman selalu ada hal baru untuk menghiasi desa,” tutur Roni Ketua Pedepokan Biruh Ompos kepada Kabar Madura, Minggu (10/1/2021).

Selain itu, Biruh Ompos tidak hanya meningkatkan SDM, tetapi juga mengimplementasikan kreativitasnya. Sehingga setiap tahun, tepatnya bulan  September bersamaan dengan hari jadi Desa Gunung Eleh, menggelar kegiatan festival bamboo.

Festival bamboo tersebut di Pulau Madura hanya di Sampang yang ada, sehingga sudah selayaknya dijadikan event icon Sampang, apalagi festival itu dikemas dengan bambu dan bahan lokal lainnya. Pesertanya berbagai kecamatan yang ada di Sampang.

Kemudian, saat ada gelaran piala dunia dan liga lainnya, Desa Gunung Eleh tersebut dijadikan kampong bola, dengan cara membuat warna-warni serta bendera atau logo dari masing-masing klub. Selain itu, pada acara Agustusan semua anggota menghiasi desa tersebut, bahkan memajang semua foto-foto para pejuang.

“Semua itu dilakukan dari hasil tangan sendiri, jadi ini sebagai bentuk kreativitas anggota Biruh Ompos untuk menghiasi desa, dan kami juga bekerjasama dengan  Karang Taruna. Jadi ini sebagai contoh saja kepada yang lain,” pungkasnya. (mal/km58).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *