oleh

Padepokan Songgosukmo Komitmen Jaga Pusaka Sejarah

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Ketua Padepokan Songgosukmo R. Muhammad bin Rahmad Semangat memberikan pengetahuan kepada para pemuda untuk menjaga dan merawat benda sejarah nampaknya tidak pernah luntur. Dirinya yang juga memiliki kepedulian tinggi terhadap sejarah, menginginkan agar semangat itu turun pada para pemuda milenial.

Selain mendirikan padepokan yang juga intens dan berkomitmen menjaga dan mencari barang peninggalan sejarah dan raja-raja di Bangkalan, Padepokan Songgosukmo juga getol melakukan sosialisasi dan pendekatan ke setiap sekolah yang dinilai memiliki komunitas dan antusiasme yang tinggi.

Pada awalnya, komunitas yang bergerak di bidang pelestarian sejarah itu memiliki beberapa bidang yang ditekuni, selain mencari benda bersejarah, mereka juga aktif di bidang olahraga tradisional.

R Muhammad Bin Rahmad sebagai salah satu tokoh penggagas tersebut memunculkan idenya saat dahulu pernah melakukan silaturahmi pada keluarga kerajaan di Yogyakarta. Setelah itu, ada rasa ketertarikan yang sepertinya melekat pada dirinya.

“Saya memang sudah sejak dulu, saat melihat benda pusaka yang ada di Kraton Yogyakarta,” katanya.

Sehingga setelah kembali ke tanah Bangkalan, dirinya memutuskan untuk mencari dan menjaga beberapa pusaka yang sebelumnya di lihat di beberapa temannya.

“Saat itu saya mulai langkah awal, dengan membeli beberapa yang berada di teman,” ulasnya.

Rahmat meyakini, dalam setiap barang dan benda pusaka itu ada sejarah dan kesaksian yang perlu ditelusuri dan dijaga. Selain agar pusaka tidak rusak, juga agar cerita perjuangan sejarah masih bisa didengarkan oleh anak cucu kita di masa yang akan datang. “Barang pusaka ini hanya bentuk fisik, bentuk berharga lainnya adalah sejarahnya,” tuturnya.

Setelah mengoleksi dan menemukan banyak barang pusaka, Rahmat memutuskan untuk membuat wadah komunitas yang dapat menyatukan para pemerhati dan para penikmat koleksi barang pusaka itu. Di antara beberapa yang dimilikinya, adalah pusaka keris yang diyakini berasal dari zaman kerajaan.

“Kami ingin lebih luas, berkembang, dan menyatukan tujuan, agar lebih kuat menjalani misinya,” ulasnya.

Dirinya berharap, langkah yang sudah diambil bersama para temannya, akan membuahkan hasil dan membuat para pemuda menyadari bahwa banyak yang belum mereka ketahui, dan seharusnya bisa menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap bangsa dan tanah air.

“Semoga saja semangat ini terus mengalir, dari kami yang sudah memiliki keterbatasan, pada mereka yang masih bebas,” pungkasnya. (hel/mam)

Komentar

News Feed