Pagar Lapangan Wijaya Kusuma Sampang Dibongkar Akibat Proyek Drainase

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) PERLU PENGAWASAN : Pekerjaan proyek drainase di Jalan Wijaya Kusuma Kabupaten Sampang perlu adanya pengawalan ketat.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pelaksana proyek drainase di Jalan Wijaya Kusuma Sampang membongkar seluruh pagar yang mengelilingi lapangan. Diduga kuat, pekerjaan drainase tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Yakni, terjadi kesalahan pembelian material u-dith. Sebab sesuai perencanaan tidak ada kegiatan pembongkaran pagar.

Sedangkan kesesuaian ketebalan u-dith harusnya 10 sentimeter. Namun yang terpasang hanya 8 sentimeter. Sehingga bisa dipastikan, pemasangan u-dith tidak sesuai dengan RAB. Selain itu, Semestinya setiap tujuh meter ada u-dith yang berlubang. Namun semua material sama tanpa lubang. Sehingga pelaksana proyek membuat lubang u-dith secara manual.

Salah satu konsultan M. Syaiful menilai, kontraktor pelaksana tidak berhasil mengerjakan proyek dengan baik. Terutama soal ketebalan u-dith. Sehingga perusahaan pembuat material melakukan pencetakan sesuai pesanan. Namun kontraktor tetap berusaha memasang u-dith. Sehingga ketebalan bahan berdampak. Sebab perbedaan ketebalan dua sentimeter sangat berpengaruh pada kekuatan beban u-dith.

“Perbedaan ketebalan hingga 2 sentimeter itu tidak sedikit. Mestinya jangan dilanjutkan. Karena jelas tidak sama dengan perencanaan,” ujarnya, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, dalam percobaan kapasitas u-dith tidak hanya sample. Tapi semua u-dith sudah diuji kapasitasnya. Sehingga material pembangunan tidak selesai dengan sample. Namun, u-dith di Jalan  Wijaya tidak semuanya diuji dengan alat. Data yang dihimpun Kabar Madura, anggaran drainase di Jalan Wijaya Kusuma sebesar Rp3.010.488.734 dengan volume pekerjaan sepanjang 500 meter. Pekerjaan itu dimenangkan oleh PT. Haka Utama Sejahtera. Sedangkan sesuai kontrak kerja  dimulai sejak 12 Juni 2021.

Sementara Kontraktor PT. Halah Utama Sejahtera, H. Abd. Qodir Asit mengakui jika pembongkaran tidak ada dalam RAB. Menurutnya, pembongkaran dilakukan hanya sebagai  amal baik untuk daerah yang identik dengan slogan Kota Bahari. Disinggung mengenai ketebalan u-dith? Pihaknya mengklaim, sesuai perencanaan. Yakni, 8 sentimeter.  “Iya tidak ada dalam RAB. Hitung- hitung amal untuk Kabupaten Sampang. Untuk ketebalannya, bisa dicek di AsbuilDrawing,” responnya.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *