Pagelaran MTQ Bangitkan Ekonomi Warga, Pelaku UMKM Apresiasi Pemkab Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) MULAI BANGKIT: Pelaku UMKM menilai pagelaran MTQ XXIX Jatim di Pamekasan mendongkrak ekonomi warga.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANDalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur ke-29 (MTQ Jatim XXIX), Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memiliki empat target sukses: sukses ekonomi, sukses protokol kesehatan, sukses prestasi, dan sukses membumikan kehidupan qurani. Terkait target ekonomi, nampaknya mulai ada respon positif dari warga Pamekasan.

Bahkan, bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu mengungkapkan, dirinya kerap menerima pesan WhatsApp (WA) dari masyarakat. Semisal dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Mereka mengungkapkan, bahwa digelarnya MTQ Jatim XXIX di Pamekasan telah membantu membangkitkan ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Mas Tamam melihat peluang ekonomi dalam pagelaran dua tahunan tersebut. Sebab menurutnya, setiap tamu yang berkunjung ke Pamekasan pasti akan membutuhkan makan dan minum, setidaknya tiga kali sehari. Ia mengungkapkan, dengan jumlah tamu mencapai 1.700 orang, jutaan rupiah uang berputar di Pamekasan.

“Sayur di pasar laku, karena warung harus beli sayur. Beras juga laku. Kita merasakan sendiri, ada berapa uang yang berputar selama ini,” papar alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Tidak hanya itu, kebangkitan ekonomi juga dirasakan oleh para pengusaha hotel. Seluruh hotel di Pamekasan terpakai oleh kafilah MTQ dari berbagai daerah. Bahkan, sejumlah pengusaha rumah kos juga ikut merasakan dampak positif dari adanya MTQ Jatim XXIX kali ini. “Pemkab gak dapat apa-apa dalam konteks ekonomi, yang dapat rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator stan wirausaha baru (WUB) Abdul Rahmat (42) membenarkan pernyataan Mas Tamam. Bahwa yang disampaikan bupati muda itu bukan isapan jempol belaka. Selama lima hari membuka stan di lokasi pameran, pihaknya meraup untung jutaan rupiah. Bahkan, dalam sehari, omzet yang diraup mencapai Rp5,8 juta.

“Alhamdulillah sangat luar biasa. Malah omzetnya lebih dari target. Target kami setiap hari Rp1,5 juta,” ungkap Rahmat.

Salah satu barang jualannya yang paling banyak diminati yaitu sepatu batik. Bahkan, pihaknya sampai kehabisan stok. Sampai saat ini, sekitar 300 pasang sepatu batik ludes terjual. Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Sebab, dengan adanya MTQ, pihaknya bisa meraup untung besar tanpa berkeliling memasarkan produk.

“Sebelum ada MTQ, kami memasarkan keliling ke sekolah-sekolah dan instansi-instansi,” ungkap pria asal Desa Palengaan Laok itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *