oleh

Pajak Daerah Merosot, Bapenda Bangkalan Turunkan Target Pendapatan Rp50 Miliar

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Wabah virus Covid-19 sudah berdampak buruk terhadap perekonomian pemerintah daerah, bahkan merambah terhadap pendapatan dan belanja daerah. Sehingga kondisi itu membuat sejumlah target pendapatan dari retribusi diturunkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pengembangan Bapenda Bangkalan, Sri Yenny Repeliyanti menyampaikan, akibat merosotnya penerimaan pajak daerah juga akan berpengaruh besar pada pendapatan daerah. Sehingga, pihaknya harus menurunkan target sebesar Rp50 miliar pada perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD tahun 2020.

Hal tersebut dilakukan, lanjut Yenny, agar menyesuaikan pada kondisi perekonomian yang kian turun drastis. “Awalnya pendapatan kami target Rp261 miliar, kemudian turun Rp50 miliar, kini tinggal Rp211 miliar saja,” terangnya.

Masih menurut Yenny, ada 11 komposisi pajak daerah Bangkalan. 11 komposisi itu adalah pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak parkir, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak bumi bangunan dan bea perolehan hak atas tanah dan atau bangunan (BPHTB).

“Dari 11 itu pajak yang paling minim dan mengalami penurunan bahkan setiap tahun itu pajak sarang burung walet,” jelasnya.

Sedangkan, papar Yenny, pajak daerah banyak disokong dari pajak penerangan jalan. Bahkan dia menargetkan Rp29.133.022.581 pada tahun 2020. Setiap tahunnya target penarikan pajak penerangan jalan dinaikkan. Namun, hal ini berbeda jauh dengan pendapatan pajak sarang burung walet yang dikurangi targetnya setiap tahun.

Dari tahun 2018 target pajaknya sebesar Rp8000.000. Pada tahun 2020 menjadi Rp5000.000, sedangkan setelah PAK dikurangi 50 persen menjadi Rp2500.000. Tahun ini pajak daerah sendiri ditarget sebesar Rp45.861.177.886.

Terpisah, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Rokib menyampaikan, dampak Covid-19 ini sangat besar pengaruhnya pada pajak daerah. Merosotnya pajak daerah di Bangkalan menurutnya, bukan karena adanya kebocoran, melainkan memang adanya keterlambatan dalam melakukan penyetoran.

“Para pengusaha ini lemot dalam wajib pajak, alasannya karena Covid-19,” tuturnya.

Pihaknya mengaku, telah memanggil Bapenda untuk mensinergikan dalam memenuhi target pajak daerah. Dia juga berjanji akan membantu dalam menertibkan pengusaha yang nakal tidak kunjung menyetor wajib pajak.

“Kami juga sudah menanyakan PBB yang biasanya menjadi hutang, berapa yang belum menyetor. Kami akan membantu mengkondisikan hal itu dengan camat dan klebun,” ungkapnya.

Di sisi lain, PAD Bapenda adalah target pajak daerah. Jadi, dia meminta, agar bisa memenuhi target. Untuk itu, pada tahun 2021, dia mengarahkan agar menaikkan target pendapatan daerah seperti awal tahun 2020.

“Pajak apapun berkurang ketika wabah Covid-19 ini,” tukasnya. (ina)

 

Berikut awal target pajak daerah tahun 2020:

  1. Pajak Hotel Rp100.000.000
  2. Pajak restoren Rp3.360.353.000
  3. Pajak hiburan Rp113.250.000
  4. Pajak parkir Rp300.000.000
  5. Pajak reklame Rp1.450.000.000
  6. Pajak penerangan jalan Rp29.133.022.581
  7. Pajak MBLB Rp100.000.000
  8. Pajak air tanah Rp157.691.000
  9. Pajak sarang burung walet Rp5.000.000
  10. Pajak bumi bangunan Rp5.648.022.458
  11. BPHTB Rp9.800.000.000

 

Perubahan anggaran keuangan  (PAK) Pajak daerah 2020:

  1. Pajak Hotel Rp60.000.000
  2. Pajak restoren Rp2.418.000.000
  3. Pajak hiburan Rp103.250.000
  4. Pajak parkir Rp175.000.000
  5. Pajak reklame Rp1.410.000.000
  6. Pajak penerangan jalan Rp27.898.022.581
  7. Pajak MBLB Rp70.000.000
  8. Pajak air tanah Rp157.691.000
  9. Pajak sarang burung walet Rp2.500.000
  10. Pajak bumi bangunan Rp5.767.915.305
  11. BPHTB Rp7.800.000.000

 

 

Komentar

News Feed