oleh

Pajak di Masa Pandemi, Diprediksikan Terus Menurun

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Pendapatan daerah dari sektor perpajakan di tengah wabah Covid-19 belum mencapai target yang ideal. Senior Research Advisor Center For Indonesia Taxation Analysis I Wayan Sudiarta mengatakan, pajak di tengah wabah ini ada yang gagal dijalankan dan ada yang membuka peluang baru.

Melalui zoom meeting, dia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan perpajakan selalu di bawah pertumbuhan ekonomi nominal. Sehingga terjadi penurunan rasio perpajakan. Hal ini tercermin pada tax buoyancy di bawah 1 yang mengindikasikan tergerusnya basis perpajakan karena tidak mampu menangkap aktivitas perekonomian riil (informal dan digital ekonomi, red).

“Berdasarkan tren, rasio perpajakan akan terkoreksi ke bawah kurang lebih 0,3 persen per-tahun,” jelasnya.

Jika tidak ada perubahan kebijakan, katanya, peningkatan kepatuhan dan ekstensifikasi. Maka rasio perpajakan secara alamiah akan terus menurun.

Katanya, ada dua poin untuk mendorong kenaikan pajak baik secara nasional maupun di daerah. Antara lain yakni meningkatkan voluntary compliance dengan tidak hanya menerbitkan regulasi. Tetapi lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.

“Diperketat pengawasan dan kroscek pembayaran pajak. Perusahaan nakal biasanya tidak diperiksa oleh pihak DJB,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Prakarsa Ah Maftuchan menjelaskan, bahwa perpajakan masih tinggi untuk kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) baik secara nasional maupun di daerah. Bahkan sampai puluhan triliun dalam satu tahun.

Kebocoran itu biasanya, papar dia, karena banyak perusahaan atau instansi yang memakai under reporting lalu menagih ke pembeli dengan invoice yang diduga bodong dan dipermak. Sehingga kewajiban mereka turun.

“Selama ini kami penghitungan berapa persentase kebocoran belum melakukan investigasi potensi wajib pajak,” tandasnya. (ina/mam)

 

Komentar

News Feed