Pamekasan Ajukan Bansosuntuk 4.000 Pekerja Sektor Perikanan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOkumen) BANTUAN:Pengajuan usulan bansos khusus nelayan masih dalam tahap verifikasi.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan sebagaimana disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Data dan Informasi Diskan Pamekasan Sri Lusia Susanti, sudah mengajukan data ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) untuk penerimaan bansos khusus nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, dan petani garam.

Pengajuan tersebut, berdasar dari surat permintaan pendataan para  pekerja informal di sektor perikanan dan kelautan yang terdampak wabah Covid-19. Namun, sejauh ini, progres dari pengajuan tersebut, belum diketahui hasil akhirnya, karena masih tahap verifikasi calon penerima.

Bacaan Lainnya

“Jadi dari provinsi baru rekapan aja, jadi masih menunggu dari kabupaten lain juga, belum ada informasi terbaru, mengenai progresnya,”ungkapnya, Selasa (5/5/2020)

Program bansos ini merupakan program yang diproyeksikan oleh pihak pemprov mengingat banyak masyarakat yang terdampak oleh Covid-19, khususnya yang menjadi prioritas dalam pengawasannya, sehingga dimungkinkan jika program bansos itu diberikan,akan mengurangi beban masyarakat.

“Kalau semuanya yang kami ajukan ada sekitar 4.000 orang, mulai dari pembudidaya ikan, pengolah ikan,  sama petambak garam, yang kita ajukan nama-namanya ke provinsi,”jelasnya.

Bentuk bansosnya belum diketahui secara pasti, pasalnya program tersebut dari pemerintah provinsi, sehingga apapun yang akan diberikan pemprov pihaknya hanya bisa mengkonfirmasikan kepada semua penerima.

“Bantuanya saya juga kurang paham, karena yang punya programnya adalah provinsi, apakah itu produk, atau itu sembako, apa BLT, kami tidak bisa pastikan, yang jelas infonya itu akan mendapatkan bantuan,”ungkapnya.

Ditambahkannya, pembudidaya ikan yang diajukan merupakan masyarakat yang di 13 kecamatan, untuk petambak garam berada di tiga kecamatan, Kecamatan Tlanakan, Galis dan Pademawu, sedangkan para nelayan berada di enam kecamatan yang berbeda.

Sementara itu, menurut Abdul Gafur, salah satu nelayan yang berasal dari Desa Tanjung menyampaikan, program untuk bansos nelayan sangat diharapkan segera terealisasi, sebab situasi ekonomi saat ini sangat kritis.

“Kami harap ada bantuan yang untuk keperluan hidup keseharian dirumah, sebab kondisi sekarang sangat susah,”ungkapnya. (rul/bri/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *