Pamekasan Berstatus KLB Campak

News72 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Penyakit campak atau morbili, belakangan ini kian santer dibicarakan. Dalam tiga bulan terakhir sudah ada 104 anak yang diduga terjangkit campak. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Hidayat, Rabu (18/1/2023).

Dia mengaku, dari tiga bulan terakhir penyakit tersebut semakin meningkat. Apalagi, jumlahnya melebihi dari jumlah kejadian yang biasa. Sehingga, Pamekasan ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

“Dari tiga bulan terakhir jumlah anak yang diduga terjangkit penyakit campak sebanyak 104, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, yang positif sebanyak 76 anak, dan 28 anak dinyatakan negatif,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Sementara itu, Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin mengaku, dari ditetapkan KLB di Pamekasan harus merealisasikan beberapa upaya. Salah satunya, obrigh respon immunisation dan imunisasi massal bagi masyarakat  sebagai respon dari KLB. Sebab campak atau morbili disebabkan oleh virus.

Baca Juga :  Dispendukcapil Sumenep Bersama Sejumlah OPD Teken Perjanjian Kerja Sama Terkait Data Kependudukan

“Biasanya menyerang siapa saja yang memang daya tahan tubuhnya sedang turun, karna virus itu menyerang orang yang sedang kondisi drop atau lemah. Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi. Hanya saja, imunisasi terhambat lantaran pemahaman masyarakat yang salah,” responnya.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai contoh, imunisasi dianggap konspirasi negara asian untuk membunuh masyarakat Indonesia. Yang sering terjadi masyarakat takut lantaran efek samping. Sebab, pasca diimunisasi kondisi suhu badan agak panas selama sehari. Secara umum, jenis penyakit yang menular ini sering menjangkit anak umur 15 bulan ke bawah.

“Makanya, di daerah dengan angka campak tinggi perlu peningkatan imunisasi anak. Umumnya penyakit ini terjadi pada anak-anak, ditandai dengan panas, batuk dan keluar bintik-bintik merah. Tapi tidak menutup kemungkinan dewasa juga bisa kena,” tegasnya.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium

  • Terjangkit
    • 104 anak
  • Positif
    • 76 anak
  • Negatif
    • 28 anak
Baca Juga :  Hasil Prevalensi Stunting Pamekasan Terjadi Selisih Dua Persen

Pewarta: KM69

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *