Pamekasan Dikucur Rp4,5 M untuk Program Kotaku, Legislator RI Mulai Pantau Realisasinya

(FOTO: KM/ALI WAFA) TANPA KUMUH: Anggota DPR RI Achmad Baidowi (kemeja putih) dan Anggota DPRD Pamekasan Hamas (baju batik) bersama warga Kelurahan Kowel meninjau realisasi Kotaku, Minggu (30/1/2022).

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Achmad Baidowi meninjau realisasi program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Minggu (30/1/2022). Dia didampingi oleh sesama politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Maskur Rasid, atau yang akrab dipanggil Hamas.

“Saya hadir di sini dalam rangka menjalankan tugas konstitusional saya sebagai anggota DPR yang salah satunya fungsi pengawasan,” ucap wakil ketua Badan Legislasi DPR RI itu, Minggu (30/1/2022).

Achmad Baidowi menjelaskan, Kotaku merupakan program pemerintah pusat yang dianggarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp425 miliar secara nasional. Pamekasan telah diupayakan tersentuh oleh program tersebut. Sedikitnya, terdapat 8 titik realisasi program Kotaku di Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Total alokasi anggaran untuk program Kotaku di Pamekasan yaitu sekitar Rp4,5 miliar. Program Kotaku di Kelurahan Kowel telah rampung 100 persen. Kegiatan itu berupa pembangunan drainse, jalan paving sekaligus penerangan jalan, sumur dan tempat pembuangan sementara (TPS). Kegiatan itu menghabiskan biaya sekitar Rp1 miliar.

Menurut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, terealiasinya program Kotaku di Pamekasan sebagai bukti bahwa dirinya benar-benar bekerja sebagai wakil rakyat. Secara formal, realisasi program Kotaku harus melalui rekomendasi pemerintah setempat. Namun penentuan lokasinya melalui serap aspirasi anggota DPR RI dan DPRD Pamekasan.

“Setelah ini kami ke tempat yang lain. Kami memiliki waktu sampai bulan Feburari untuk memantau semuanya. Nanti akan ditabulasi datanya dengan hasil pemantauan dari Kementerian PUPR,” ucap alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar ini.

Sementara Hamas sebagai aspirator daerah menuturkan, Kotaku direalisasikan dengan jenis kegiatan reguler dan cash for work. Pengerjaan reguler dilakukan di Kelurahan Kowel, Kelurahan Kolpajung dan Desa Teja Barat. Pengerjaan cash for work dilakukan di Desa Toronan, Desa Teja Timur, Desa Nyalabu Laok, Kelurahan Patemon dan Kelurahan Bugih.

“Program ini untuk peningkatan infrastruktur di wilayah perkotaan khususnya di daerah yang masuk kategori kumuh. Semoga ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ucap CEO HaMas Community itu, Minggu (30/1/2022).

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.