Pamekasan Jadi Penyumbang Terbanyak Rokok Ilegal

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Selama tahun 2019 hingga 2020, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madura Jawa Timur, setidaknya telah menyita sebanyak 14.3 juta batang rokok ilegal di wilayah hukumnya.

Angka 14,3 juta batang rokok ilegal tersebut hasil sitaan dari tahun 2019 sampai 2020. Pada tahun 2019 sendiri, KPPBC Madura berhasil menyita 6,8 juta rokok ilegal. Pada tahun 2020, sebanyak 7,5 ribu rokok ilegal.

“Itu merupakan hasil sitaan kami selama 2019 hingga 2020,” terang Humas Bea dan Cukai Madura Tesar Pratama, Sabtu (20/2/2021).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, penyitaan rokok ilegal tersebut berasal dari berbagai merek rokok ilegal dari empat kabupaten yang ada di Madura.

“Rokok-rokok ilegal tersebut hasil penyitaan kami dari empat Kabupaten di Pulau Madura,” tambahnya.

Menurutnya, berdasarkan data dari tahun 2019 hingga 2020, peredaran rokok ilegal paling banyak ada di Kabupaten Pamekasan.

“Bedasarkan data yang saya terima, Kabupaten Pamekasan masih mendominasi peredaran rokok ilegal ketimbang tiga kabupaten lain yang ada di Madura,” terangnya.

Dengan masih banyaknya peredaran rokok ilegal di Pulau Madura, khususnya Pamekasan, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat dan pabrikan rokok untuk bekerja sama menekan peredaran rokok ilegal.

Dirinya meminta kepada semua masyarakat yang ada di Pulau Garam untuk ikut berperan aktif dalam penindakan peredaran rokok ilegal. Yakni, dengan cara melaporkan hasil temuan rokok ilegal melalui aplikasi cerolex yang dibuat oleh Kantor Bea dan Cukai dan telah bekerja sama dengan semua Pemerintah Kabupaten di Madura.

“Saya minta pada masyarakat apabila di wilayahnya ada toko yang menjual rokok ilegal untuk melaporkan pada kami. Yakni, di Aplikasi Cerolex ini tinggal foto lalu posting. Nanti kita langsung datangi toko tersebut untuk diberikan pembinaan terlebih dahulu. Kalau setelah diberikan pembinaan tetap menjual rokok ilegal, langsung kita berikan sanksi sesuai undang-undang yang ada,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *