Pamekasan Kekurangan Penyuluh Agama, Idealnya Satu Orang per Desa

News86 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Keberadaan penyuluh agama di Pamekasan masih tergolong minim, sebab belum memenuhi target kuota yang berlaku. Hal itu diungkap Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Ilyasak, Senin (28/8/2023). 

Menurut Ilyasak, saat ini Pamekasan hanya memiliki 102 penyuluh agama yang tersebar di 13 kecamatan. Sementara idealnya, masing-masing desa harus memiliki satu penyuluh agama. Padahal, terdapat 189 desa/kelurahan di Pamekasan. 

Kendati belum demikian, penyuluh yang terdata sekarang tetap dimaksimalkan untuk bisa menjalankan tugasnya. Dia mengungkapkan, alternatif atas kekurangan jumlah penyuluh itu adalah bekerja sama dengan tokoh agama maupun tokoh masyarakat setempat.. Hal itu bertujuan agar peran penyuluh dalam menjalankan program tetap maksimal. 

Baca Juga:  Kunjungi Madrasah di Madura, Direktur KSKK: Tingkatkan Kualitas SDM, Siapkan Ruang Digital!

“Awalnya ada 104 penyuluh. Tapi ada yang meninggal, jadi tinggal 102 orang. Dari 102 penyuluh itu, 42 orang PPPK dan 60 orang sisanya penyuluh biasa. Masing-masing kecamatan rata-rata 8 penyuluh,” ungkapnya. 

Ilyasak menambahkan, tahun ini tidak ada perekrutan baru untuk penyuluh agama. Sebab, masa kontrak penyuluh masih berakhir pada 2024 mendatang. Dia menjelaskan, penyuluh agama ini bertugas untuk melakukan penyuluhan di segala bidang, seperti waqaf, zakat, dan penyuluhan terkait persoalan yang kiranya menimbulkan konflik sosial.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tlanakan Zahiruddin mengatakan, tidak ada kendala yang cukup signifikan selama proses penyuluhan berlangsung. Sebab, pihaknya lebih dulu melakukan koordinasi dengan pihak desa terkait mengenai jadwal pelaksanaan penyuluhan. 

Baca Juga:  Kerja Sama Bank Jatim-Disporapar Terapkan e-Tiket Wisata Tidak Jalan

Diakui Zahir, masing-masing penyuluh yang ada memiliki tugas yang beragam. Mulai penyuluhan terkait sertifikat halal, sosialisasi pengentasan narkoba, HIV dan aids, penyuluhan keluarga sakinah, kerukunan antar umat beragama, dan lainnya. 

Disebutkan, terdapat 8 penyuluh yang tersebar di Kecamatan Tlanakan, yang terdiri dari 17 desa. Masing-masing penyuluh bertugas di dua hingga tiga desa. 

“Idealnya satu desa satu penyuluh, tapi karena SDM-nya kurang, masing-masing ada yang pegang dua sampai tiga desa. Tapi itu bukan kendala. Kegiatan penyuluhan di lapangan lancar-lancar saja dan masyarakat antusias,” ungkap Zahir, Senin (28/8/2023). 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Sule Sulaiman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *