Pameran Karya Syaikhona Kholil Pamerkan 7 Tulisan Tangan yang Telah Dibukukan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) ANTUSIAS: 11 karya manuskrip karya Syaikhona Mohammad Kholil dipamerkan di halaman masjid Syaikhona Kholil mulai Rabu (24/11/2021) hingga Jumat (26/11/2021).

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Jejak peninggalan Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan dipamerkan di kompleks masjid makam Syaikhona Kholil, Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan, Rabu (24/11/2021). Total ada 11 karya Syaikhona Kholil yang ditunjukkan kepada publik. 7 tulisan tangan murni dari pejuang Islam tersebut, juga telah dibukukan.

Ketua Lajnah Turots Ilmi Usman Hasan Al Ahyari  menyampaikan, dari 7 tulisan tangan mengenai perkembangan Islam itu, dua di antaranya merupakan tulisan pertama Syaikhona Kholil pada tahun 1930-an berupa dua kitab. Kemudian sampai saat ini, yakni 2021, Lajnah Turots baru terbentuk dan menggali data. Lalu selama dua tahun mencetak lima karya lainnya dari Syaikhona Kholil.

Bacaan Lainnya

“Dua karya yang telah dicetak, yakni al Matnu as Syarif atau panduan fiqih ibadah tahun 1930. Kitab as Silah fi Bayan al-Nikah atau panduan nikah,” ungkapnya menunjukkan karya tersebut.

Kemudian disusul lima karya lainnya, yakni Isti’dad al-Maut atau panduan fikih jenazah, Taqrirat Nuzhah Thullab, Taqrirat Matn al-Izzi atau ilmu sharaf, Rotib Syaikhona Kholil dan Tasyri al-Bina.

Usman menjelaskan, selain karya berupa manuskrip itu, juga ada beberapa benda peninggalan Syaikhona Kholil berupa sorban dan tulisan tangannya. Pameran itu juga bertujuan mengenalkan mengenai sejarah Syaikhona Kholil di Bangkalan. Rencananya, pameran diadakan selama tiga hari, mulai Rabu (24/11/2021) hingga Jumat (26/11/2021).

“Masyarakat juga bisa mengenal beliau, jadi bukan dongeng saja. Nanti untuk selanjutnya, tergantung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan apakah bisa diteruskan atau tidak pameran ini,” ujarnya.

Untuk mendapatkan barang-barang itu semua, pihaknya bekerja sama dengan berbagai instansi, juga pengelola masjid di seluruh Bangkalan yang merupakan peninggalan Syaikhona Kholil, termasuk beberapa akademis, sejarawan dan keluarga dari bani Kholil sendiri.

“Ini karya dari anak Bangkalan dan peninggalan Syaikhona Kholil,” paparnya.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron yang turut melihat pameran itu menyampaikan, Syaikhona Kholil bukan hanya dikenal karena karomahnya. Tetapi banyak karya ilmiahnya yang perlu dipelajari dan diketahui oleh masyarakat Bangkalan. Sebab, Syaikhona Kholil menimba ilmu tidak hanya di nusantara tapi di Timur Tengah.

,”Sosok beliau sebagai ulama kharismatik memang harus dikenalkan, dikembangkan dan diketahui oleh masyarakat luas, khususnya Jawa Timur,” ungkapnya.

Sebagai dzuriat bani Kholil, Ra Latif (sapaan akrabnya) sangat bangga dengan karya ilmiahnya. Untuk itu, dia meminta, Syaikhona Kholil ini bisa dijadikan contoh dan pahwalan dari ulama besar. Sebab, selain ilmu agama yang diajarkan, Syaikhona Kholil banyak membantu dalam sejarah Hindia Belanda.

“Semoga ini bisa dijadikan motivasi dan dijadikan sosok panutan seperti pahlawan,” tandasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *