Pameran Keris Warnai Perayaan Harjad Sumenep Ke-753


Pameran Keris Warnai Perayaan Harjad Sumenep Ke-753
(DOK. HUMAS PEMKAB) Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) Hasto Kristiyanto bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menghadiri pembukaan pameran keris dalam rangka Harjad Sumenep ke-753, Jumat (14/10/2022).

KM.ID | SUMENEP -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar pameran keris selama tiga hari, dari tanggal 14 hingga 16 Oktober 2022.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka merayakan Hari Jadi (Harjad) Sumenep ke-753 itu bertempat di Labeng Mesem, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota.

Pameran tersebut mengangkat tema "Keris Sumenep Merajut Kebhinekaan Nusantara". Dalam pembukaannya, Jumat (15/10/2022), dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) Hasto Kristiyanto dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi. 

Saat memberikan sambutan, Hasti Kristiyanto mengapresiasi para empu atau pengrajin keris di Sumenep. Lantaran, hingga saat ini masih konsisten berkreasi dan inovatif hingga menjadikan budaya keris dikenal dunia.

"Merawat dan melestarikan kerajinan ini adalah wujud terimakasih kepada leluhur yang telah mewariskan budaya keris," kata Sekretaris PDI Perjuangan tersebut.

Sementara Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengungkapkan, dalam kegiatan pameran ini terdapat sedikitnya 12 keris nusantara dan 69 keris Sumenep yang dipamerkan. 

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk merawat, menjaga, dan melestarikan warisan budaya keris sebagai pusaka asli Indonesia, serta menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai kota keris di Indonesia. 

Bupati Fauzi menambahkan, budaya melestarikan keris ini juga akan mampu menjadi pendongkrak ekonomi khususnya bagi pelaku usaha maupun penggemar keris atau benda pusaka lainnya. 

"Keris ini warisan dari para nenek moyang yang perlu dilestarikan. Namun terpenting tidak bertuhan kepada keris, tapi yang pasti ini harus dilestarikan," tutur suami Nia Kurnia Fauzi itu. 

Pada tahun 2014, Sumenep diakui UNESCO sebagai kabupaten yang memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia. Kemudian sebagai bentuk dukungan, pada tahun 2018, Desa Aeng Tong-tong dideklarasikan sebagai desa wisata keris.

"Ada keistimewaan tersendiri yang terkandung dalam pusaka keris ini. Sehingga tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga sampai ke level internasional," imbuhnya. 

Sedangkan, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohammad Iksan mengatakan, ada sekitar 20 kegiatan yang akan digelar dalam rangkaian perayaan Harjad Sumenep ke-753.

“Pada momentum harjad ini akan full dengan pagelaran beragam kesenian dan kebudayaan. Salah satunya pameran keris ini," tegasnya.

Sehingga, Iksan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Sumenep untuk ikut berpartisipasi memeriahkan dan menyaksikan rangkaian semarak Harjad tersebut. 

Diketahui, dalam pameran keris ini diikuti sekitar 150 peserta. Selain pengrajin lokal, juga terdapat pengrajin yang dari Malang, Surabaya, Jogjakarta, Solo, dan Jakarta. 

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Sule Sulaiman