PAN Terang-terangan Incar Posisi Wabup Pamekasan yang Kosong

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) ADU JURUS: PAN tegas nyatakan ingin kursi wabup Pamekasan, sedangkan Partai Gerindra masih malu-malu.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Kasak-kusuk perebutan posisi wakil bupati (wabup) Pamekasan semakin menyeruak. Partai pengusung pasangan Berbaur sudah adu stategi untuk bisa mendapatkan posisi orang nomor 2 di Pamekasan itu.

Padahal, mendiang Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e belum diberhentikan melaluisidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Persaingan untuk mendampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam itu, tampak pada manuver Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN)Pamekasan. Partai berlambang matahari biru itu, merupakan salah satu partai pengusung pasangan Baddrut Tamam-Raja’esaat Pilkada Pamekasan tahun 2018 lalu.

PAN sudah mengajukan surat rekomendasikepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN untuk menentukan siapa yang layak diposisikan sebagai calon wabup Pamekasan. Tidak hanya itu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga sudah menyiapkan kader terbaiknya untuk bisa bertengger pada jabatan startegis tersebut.

Ketua DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno mengatakan, suasana duka atas meninggalnyaWabup Raja’e juga dirasakannya, bahkan dia juga merasa sangat kehilangan. Baginya, Rajae mempunyaikepedulian yang tinggi dalam membangun Pamekasan,

Namun menurut Heru, suasana duka jangan sampai berlarut lama, pasalnya Pamekasanmembutuhkan sosok yang bisa menggantikan posisi Wabup Raja’e, sehingga berbagai kegiatan bisa berjalan sesuai dengan yang dicita-citakan.

“Kita masih dalam suasa berduka, semoga almarhum khusnol khotimah, mudah mudahan keluarganya diberi ketabahan, persolan pergantian itu semuanya ada mekanisme dan aturan yang perlu diikuti,” paparnya, Rabu (13/1/2021).

Mekanisme yang dimaksud, perlu ada dua usulan nama dari partai pengusung, kemudian diajukan kepada bupati, dan bupati mengajukan kepada DPRD untuk diparipurnakan.Namun dia menyadari, proses tersebut perlu waktu.

“Kalau dari PAN ada yang diajukan, yaitu ketuanya, seperti saya (Heru Budi Prayitno red), diajukan ke DPP untuk mendapatkan rekom, jadi siapapun yang menjadi wakil bupati harus mendapatkn rekom,  setelah rekom itu kami pegang, baru kita ajukan kepada bupati,” ulasnya.

Heru juga menyatakan kesiapannyabila sudah mendapat rekom dari DPP dan disetujui untuk berada di posisi penting itu. Karena dia merasa sangat mampu berada diposisi itu, guna melanjutkan berbagai ikhtiar baik untuk menuju cita-cita yang disebut Pamekasan Hebat.

“Saya sangat siap, karena ini memang aturan mekanisme harus dari pengusung dan saya sangat siap, kalau misalnya itu dipercaya oleh bupati, dan dipercaya oleh partai,”tukasnya.

Sementara itu,Ketua Partai Gerindra Pamekasan Taufiqurrahmanmengaku siap mendelegasikan kadernya jika diminta oleh bupati Pamekasan, sebab pihaknya sudah sepenuhnya mendukung saat pencalonan pasangan Berbaur.

“Kami tetap berkomitmen sepeti dulu waktu berkoalisi dulu, membangun Pamekasan secara bersama, pasangan yang kami usung, demikian pula pada waktu ada musibah seperti ini, bersatulah partai pengusung, sehingga pemerintahan ini berjalan normal,”pungkasnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *