oleh

Pancaroba, Banjir Kembali Landa Rumah Warga Sampang

Kabarmadura.id/SAMPANG – Sebagian rumah warga terendam banjir, Minggu (14/4). Banjir terjadi setelah Sungai Kali Kamoning meluap. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang menyebut banjir menimpa puluhan rumah warga di tiga desa dan empat kelurahan di daerah perkotaan Sampang. Ketinggian banjir capai ketinggian 80 cm.

Saat dikonfirmasi Kepala BPBD Sampang, Anang Joenaidi mengatakan, daerah terdampak luapan Sungai Kali Kamoning saat ini di antaranya Desa Tanggumong, Kemuning dan Banyumas. Sedangkan untuk wilayah kelurahan, meliputi Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, Gunung Sekar dan Karang Dalem.

“Banjir kali ini, mengakibatkan puluhan rumah warga di tiga desa dan empat Kelurahan terendam air luapan kali Kamuning yang merupakan kiriman dari Kecamatan Karang Penang dan Kedungdung Sejak kamarin, karena diguyur hujan lebat selama lebih kurang dua jam,”ucap Anang Junaidi kepada Kabar Madura, Minggu (14/4).

Kata Anang sapaan akrabnya, ketinggian banjir pada Minggu (14/4) hingga pukul 15.00 Wib bervareatif dari 20 sampai 80 cm. Titik terdalam itu berada di Jalan Melati, Mawar, Kamboja dan Pemuda Satria. Pihaknya memperkirakan surutnya banjir akan terjadi pada sore hari hingga tengah malam nanti. Itu manakala di wilayah utara tidak hujan dan air laut tidak tinggi atau surut.

“Untuk perkembangan Banjir Luapan Air Sungai Kamoning akan kami pantau terus menerus dan akan kami laporkan secara berkala sesuai situasi dan kondisi dilapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat memantau langsung banjir di wilayah itu, banjir di kota Bahari itu dikarenakan curah hujan yang tinggi di wilayah pantura dan posisi air laut sedang pasang. Sehingga Kali Kamuning tidak lagi mampu air dan meluap ke sejumlah wilayah.

Lebih lanjut, untuk penanganan banjir di Sampang, H. Idi mengaku sudah mengajukan program pembangunan sodetan Sungai  Kamuning agar debit air yang tinggi dapat teratasi dengan maksimal. Untuk pembebasan lahannya tanggung jawab pemerintah daerah sedangkan sodetannya melalui dana pusat.

“Semoga program sodetan untuk penuntasan banjir bisa segera terlaksana. Kami tidak ingin melihat masyarakat Sampang menderita karena musibah banjir setiap musim hujan dan pancaroba, karena banjir sangat mengganggu aktifitas warga,” singkatnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed