Pancing Minat Wisatawan, Pemkab Sumenep Rencanakan Gelar Festival Budaya di Lokasi Wisata

festival budaya
(KM/MOH RAZIN) BERBENAH: Bupati Sumenep Achmad Fauzi semakin gencar membenahi beragam objek wisata. Ia juga akan mengadakan event untuk menarik minat pelancong dari berbagai daerah, maupun luar negeri.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Perhatian terhadap kondisi objek wisata menjadi atensi penting Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Pengelola destinasi wisata diminta mempersiapkan diri menyambut wisatawan lokal dan mancanegara.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Kota Keris itu sudah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) agar saling mendukung untuk membenahi aspek infrastruktur dan beragam fasilitas lainnya di tempat wisata.

“Kasus wabah Covid-19 terus melandai. Ini pertanda aktivitas bakal normal lagi. Khusus pariwisata sudah ada lampu hijau. Habis hari raya Idul Fitri nanti sudah buka normal,” kata suami Nia Kurnia Fauzi itu.

Bacaan Lainnya

Setiap pengunjung diharuskan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pembukaan tempat wisata dengan berbagai pertimbangan, di antaranya kasus Covid-19 mulai melandai. Dengan pembukaan tersebut, para wisatawan yang berkunjung bisa menikmati panorama alam Sumenep yang eksotis.

“Mereka kan bisa menginap kembali di hotel-hotel dan makan di restoran-restoran dan rumah makan lain lain di Sumenep. Di sekitar wisata, para pedagang kecil bisa bangkit kembali. Termasuk pelaku UMKM,” tukasnya.

Seiring dengan hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Ikhsan mengatakan, pihaknya sudah memiliki konsep untuk membenahi dan mempromosikan destinasi wisata di Sumenep. Baik yang dikelola swasta maupun pemerintah.

Selain itu, menurut Ikhsan, ragam jenis objek wisata di Sumenep menjadi nilai jual tambah. Semisal, wisata laut dan bukit yang memikat. Bahkan, ada pulau yang memiliki kandungan oksigen terbaik di dunia. Ia juga berencana menyediakan pemandu wisata untuk para pelancong, terutama yang dari luar negeri.

“Misalnya juga yang mau ke museum, kami tempatkan parkirnya di Tajamara. Ada angkutan khusus menuju Masjid Jamik. Dari masjid jalan kaki ke keraton nanti,” kata mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu.

Selanjutnya, ia juga akan menyediakan layanan program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau alternatif lain akan menggunakan portal yang terintegrasi di komputer untuk mencatat pengunjung. Hal itu untuk mengantisipasi bocornya tiket masuk.

“Biar menarik lagi, kami akan menggelar beragam event untuk menarik wisatawan. Semisal, festival budaya yang akan dilaksanakan di lokasi wisata,” tutup Ikhsan.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.