oleh

Pandangan Balap Liar Bagi Kepolisian dan Pembalap Profesional

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Aksi balap liar, mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa hingga diposting di media sosial (Medsos) akun Instagramnya untuk tidak ditiru. Sebab, sangat berbahaya baik diri sendiri maupun orang lain. Hanya saja, di daerah atau di Kabupaten Pamekasan, aksi balap liar di bulan suci ramadan menjadi trend ngabuburit.

ALI WAFA, Kota

Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, baru-baru ini melakukan operasi dan razia balap liar di wilayah perkotaan Kabupaten Pamekasan. Operasi tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar.

Tidak tanggung-tanggung, pihaknya menyita 120 unit motor bermasalah. Baik karena menggunakan knalpot brong, tidak memiliki surat-surat kendaraan, tidak mengenakan helm dan terlibat aksi balap liar di sepanjang Jalan Kabupaten- Diponegoro. Menurutnya, operasi tersebut akan terus dilakukan di semua daerah di Pamekasan.

Tujuannya, untuk memastikan tidak ada lagi kebisingan yang mengganggu dan meresahkan masyarakat. Hal itu dilakukan agar ada efek jera. “Karena memang sangat mengganggu dan meresahkan. Makanya, kemarin banyak juga yang memberikan support ke kami dan memang itu sudah tugas kami,” ujarnya.

Aksi balap liar tersebut, rupanya mendapat pandangan yang berbeda dari salah satu pembalap profesional asal Palengaan Pamekasan, Irfan. Pemuda yang pernah menjuarai kompetisi balap motor di tingkat Provinsi Jatim itu menilai, aksi balap liar sejatinya sebuah keterpaksaan.

Menurutnya, Kabupaten Pamekasan tidak memiliki sirkuit balap motor untuk melakukan latihan. Selebihnya, dia menilai balap merupakan sebuah hobi kalangan anak muda di Pamekasan. Bahkan, sebelum dirinya menjadi pembalap profesional, dia pernah menjadi pembalap liar.

Kendati demikian, Irfan mengakui bahwa aksi balap liar kerap mengganggu kenyamanan warga dan meresahkan warga sekitar serta pengguna jalan lainnya. Namun, anak muda yang memiliki keinginan tinggi untuk menjadi pembalap tidak bisa melampiaskan hasratnya kecuali di jalan raya seperti di jalan kota.

Diceritakannya, balap liar memang kerap dilakukan anak muda saat bulan ramadan. Biasanya, mereka melakukan balap sambil lalu menunggu waktu berbuka puasa atau biasa diistilahkan dengan ngabuburit dengan nonton balap liar.

Irfan memberikan suntikan motivasi kepada semua pelaku pembalap liar, bahwa menyalurkan hobi boleh-boleh saja. Namun jangan sampai merugikan orang lain. Dia berharap, anak muda yang memiliki keinginan untuk menjadi pembalap profesional seperti dirinya untuk terus latihan di tempat yang teat serta terus berdoa.

“Terus latihan di tempat yang sekiranya tidak mengganggu orang lain. Selama ada kemauan, pasti bisa. Saya dulu juga pembalap liar. Tapi sekarang sudah taubat karena telah menemukan yang nyata,” tukasnya. (ito/*)

Komentar

News Feed