Panen Awal Garam Musim 2022 di Sumenep Berkurang Drastis dari Tahun Sebelumnya


Panen Awal Garam Musim 2022 di Sumenep Berkurang Drastis dari Tahun Sebelumnya
(KM/IMAM MAHDI) BENARKAH?: Masyarakat panen garam di Desa Nambekor Kecamatan Saronggi, Sabtu (10/9/2022). Hasil tahun ini berkurang karena cuaca yang diklaim tidak mendukung.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Petambak garam mulai melakukan panen. Sejauh ini, hasil produksinya masih minim. Berdasarkan data Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep per 11 September 2022, barus sebanyak 4.818,77 ton (selengkapnya lihat grafik).

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Plt Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Edie Ferrydianto mengatakan, capaian produksi garam masih sedikit karena petambak baru mulai panen.

Buruknya cuaca di awal musim kemarau tahun ini disinyalir jadi sebab minimnya hasil produksi garam rakyat di panen perdana itu. Harapannya, capaian produksi minimal mencapai target yang telah ditentukan.

"Sosialisasi kepada sebanyak 1.652 petambak dan 164 kelompok petambak garam sudah kami lakukan," tegas dia, Minggu (11/9/2022).

Hal senada disampaikan staf bidang Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Diskan Sumenep Agus Wahyudi. Saat ini produksi garam rakyat baru mencapai 4.818,77 ton. Sedangkan terget sebanyak 100.000 ton. Target itu lebih kecil jika dibandingkan tahun sebelumnya karena cuaca tahun ini tidak mendukung.

Berdasarkan data Diskan Sumenep, target produksi garam tahun 2022 adalah paling kecil, pada tahun 2018 ditargetkan 225 ribu ton, capaiannya 235 ribu ton, tahun 2019 lalu produksi garam 236.000 ton tercapai 332.009,60 ton. Sedangkan tahun 2020 mencapai 50.009 ton dari target produksi 236.000 ton.

Pada tahun 2021 lalu, target produksi sebanyak 192.947 ton, tercapai 94.334 ton. Untuk tahun 2022 sebanyak 100.000 ton.

Luas lahan masih sama, yakni 1.967,42 hektar, tersebar di 11 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Gapura seluas 302,70 hektare, Kalianget seluas 505,05 hektare, Saronggi seluas 495,10 hektare, Pragaan seluas 257,96 hektare , Gili Genting seluas 176,74 hektare, Talango seluas 8,00 hektare, Dungkek seluas 0,75 hektare, Raas seluas 126,30 hektare, Arjasa seluas 24,50 hektare, Kangayan 19,56 hektare dan Kecamatan Sapeken seluas 50,76 hektare.

"Untuk stok garam rakyat hingga saat ini mencapai 1.652,25 ton, rinciannya; khusus KP1 824,25 dan KP2 801,00 ton," ungkap Agus.

Sedangkan patambak garam asal Saronggi, Misrawi, mengatakan bahwa saat ini baru panen garam, sehingga capaian produksi garam rakyat masih sedikit. Di saat musim yang bagus, biasanya, pada panen perdana dia bisa menghasilkan sekitar 130 karung, namun pada tahun ini hanya 50 karung, atau berkurang hampir 200 persen.

"Kami saat ini mendapatkan 50 karung jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sudah mencapai 130 lebih," tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menyarankan agar produksi garam rakyat perlu didorong untuk melakukan produksi sebanyak-banyaknya. Menurutnya, alasan cuaca itu  di awal musim kemarau atau pada Juli 2022. Saat itu, hujan masih sering turun, namun sejak  Agustus hingga September, cuaca panas lebih dominan dari hujan.

"Dari bulan ini hingga akhir tahun 2022 perlu dilakukan sosialisasi lagi agar petambak semangat lagi dalam menanam garam. Tujuannya agar produksi itu melimpah" pungkasnya.

PRODUKSI GARAM SUMENEP

Target 2022: 100.000 ton

Capaian: 4.818,77 ton (per 11 September 2022)

RINCIAN HASIL PRODUKSI GARAM

Gapura; 563,00 ton (KP1), Kalianget; 2.115,89 ton(KP1), Saronggi; 963,37 ton (KP1), Pragaan;644,84 ton (KP1), Gili Genting; 117,00 ton (KP2), Talango; 40,00 ton (KP1), Dungkek; 0 (KP1/KP2), Raas; 145,12 ton (KP2), Arjasa; 73,50 ton (KP2), Kangayan; 59,76 ton (KP2), Sapeken; 96, 28 ton (KP2)

Total KP1: 4.327,11ton

Total KP2: 491,66 ton

Luas lahan: 1.967,42 hektare di 11 kecamatan

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna