Pangkas Pengangguran, Pemkab Sumenep Hadirkan Ragam Pelatihan Kerja

  • Whatsapp
KEBIJAKAN KONGKRET: Pemkab Sumenep kembali gelar kegiatan pembinaan dan pelatihan kerja.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali memberikan bimbingan beragam kegiatan pembinaan dan pelatihan kerja.

Sasarannya adalah tenaga kerja dan masyarakat, khususnya di pulau paling timur Madura. Salah satunya adalah kelihaian dalam memproduksi kue, camilan, dan aneka minuman.

Berbagai macam usaha lain untuk tahun ini terdiri dari banyak segmen. Mulai dari perbengkelan, CNC router, konveksi, cathering, percetakan, budi daya jamur dan lebah madu, pembibitan buah, aneka camilan, dan aneka minuman.

Tidak hanya itu, ada segmentasi dengan prioritas warga kepulauan, seperti penangkapan Rajungan Kerapu, Gurita, Udang Vannamei, dan Gurami.

Pemkab kembali memberikan kepercayaan kepada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sumenep atau entrepreneurship training and development center (ETDC) sebagai fasilitator untuk mencetak para pengsuha muda, senantiasa terus membaca peluang bisnis sesuai dengan perkembangan pasar, sehingga kehadirannya diharapkan mampu mengurangi pengangguran di Kabupaten Sumenep.

Sebagaimana disampaikan oleh Moh Rusydi selaku pendamping dalam pelatihan kue cemilan dan aneka minuman. Rusydi menjelaskan, dalam rangka mencetak para pengusaha, pemerintah kembali memberikan kegiatan yang tidak hanya terdiri dari satu tahapan saja.

“Kebetulan khusus kue ada 60 peserta. Kami targetkan tahap pertama peserta harus menguasai 20 resep dulu, lalu nanti akan ada pelatihan lanjutan yaitu tahap kedua, tetapi teknisnya saya masih belum tahu,” katanya, Jumat (6/9).

Rusydi sangat yakin usaha pemerintah dalam berupaya memangkas pengangguran dengan digodok dari berbagai kegiatan, akan menuai hasil kreasi yang luar biasa. Salah satu buktinya adalah melibatkan output pelatihan tahun sebelumnya dalam menemani dan juga ikut memberikan bimbingan.

Selain itu, juga sudah banyak alumni pelatihan tahun sebelumnya yang telah mulai berani merintis usaha sendiri, tentunya dengan pengalaman atau bekal pengetahuan dari pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah.

“Yang tahun 2017 khusus kue itu sudah banyak yang buka usaha sendiri. Di Lenteng, Batuan, di Kota juga ada, sepuluh kelompok lebih kayaknya,” imbuhnya.

Sementara salah satu lulusan pelatihan keterampilan tahun 2017, Wadhun Jamilah memberikan kesaksian bahwa berkat pelatihan tersebut dirinya terlepas dari jeratan dompet kosong.

Karena lantaran modal pengetahuan yang ia serap dari pelatihan, dirinya berinisiatif untuk membuat mengumpulkan sesama alumni dalam rangka membangun atau mengembangkan unit usaha kua tersebut.

Dengan tekad yang kompak dan niat yang serius, akhirnya ia bersama kelompoknya berhasil masuk dalam nikmat kemandirian.

Uu’, panggilan kebanggaannya, menjelaskan bahwa setiap bulan ia dengan kelompoknya mempunyai keuntungan dari usaha tersebut tidak kurang dari Rp15 juta, bahkan lebih. Karena menurutnya, kue yang wajib diproduksi setiap hari itu sekitar 1.200 keping, jumlah kerap lebih lantaran padatnya pemesan.

“Omzet bersih Rp2.500.000, kita kan ada 6 orang. Itu bersihnya sudah, bahkan bisa lebih. Alhamdulillah tidak lagi tergantung ke orangtua. Bahkan, sering bantu kalau sekarang,” katanya. (ara/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *