oleh

Panitia Rekrutmen Diduga Loloskan Peserta tanpa Prosedur

KABARMADURA.ID, Sampang – Seleksi pegawai rumah sakit non aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sampang hampir memasuki babak akhir. Disinyalir rekrutmen tersebut terjadi manipulasi data peserta yang lolos tahapan seleksi.

Diduga kuat oknum panitia sengaja meloloskan peserta tanpa prosedur. Meski proses rekrutmen dilakukan secara online. Namun, diduga masih ada permainan dari oknum panitia.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman mengaku mendapat pengaduan dari peserta. Dalam laporannya ada kejanggalan dari pengumuman yang dilakukan panitia. “Saya sudah sampaikan sejak awal. Panitia jangan main-main,” katanya.

Dia mengungkapkan, sejak verifikasi berkas sudah banyak yang dirugikan. Ada beberapa peserta yang diduga berkasnya terkesan dipaksakan tapi lolos. Bahkan sampai tes interview diduga sarat dengan unsur nepotisme. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan peserta lain.

“Laporan yang kami terima lengkap. Siapa yang menjadi titipan. Meski nilai semestinya tidak memenuhi namun di pengumuman tetap lolos masuk tahapan berikutnya.

Aulia Rahman mengaku masih mengkaji laporan yang diterimanya. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan tindakan khusus kepada panitia. Sebab diduga kuat ada manipulasi data pada setiap pengumuman kelulusan.

“Masyarakat sudah minim kepercayaan dengan adanya rekrutmen semacam ini. Meskipun dilakukan secara online. Sehingga kami meminta panitia untuk bersih tidak ada titipan,” ucapnya.

Politisi Partai Demokrat itu mengaku akan membahasnya di internal komisi. Pihaknya akan menampung dugaan kejanggalan. Sehingga, akan dibentuk laporan untuk dilakukan konfirmasi kepada panitia.

Ketua Panitia rekrutmen tenaga non ASN RSUD dr. Moh. Zyn dan RSD Ketapang Abd. Hanan memilih diam. Saat dikonfirmasi pihaknya mengaku belum bisa memberikan keterangan. “Maaf mas saya masih rapat,” katanya. (km54/mam)

Komentar

News Feed