Panja Tentukan Langkah Realisasi Pengelolaan PI

  • Bagikan
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SERIUS: Sejumlah pihak berharap Petronas menyetujui pengelolaan dana participating interest (PI) sepuluh persen untuk Kabupaten Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Panitia Kerja (Panja) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang menggelar pertemuan, Kamis (28/01/2021). Kegiatan itu dilakukan, untuk mendorong pengelolaan bisnis minyak dan gas bumi (migas) dana participating interest (PI) di Sumur Hidayah 1 PC North Madura II Ltdantara antara PT. Petrogas Jatim Sampang Energy (PJSE) dengan Petronas Carigali.

Sejumlah pihak dihadirkan dalam pertemuan itu. Diantaranya, perwakilan dari PT. PJSE, PT. GSM, SKK Migas, dan perwakilan dari pemerintah daerah. Hanya saja, petronas Carigali yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka membahas langkah konkrit upaya terealisasinya pengelolaan PI.

Pertemuan berlangsung dua jam lebih. Mereka akan melakukan beberapa upaya yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Diantaranya, pada minggu pertama akan melakukan pertemuan dengan Petronas. Selanjutnya, minggu kedua dan minggu ketiga bulan depan akan melakukan pertemuan dengan Dirjen Migas.

Pada minggu keempat, diagendakan untuk melakukan pertemuan khusus dengan PT. PJSE. Langkah-langkah yang diputuskan, akan melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Sampang dan pihak pemerintah.

“Dari beberapa agenda itu, kami akan lakukan. Setelah adanya kesepakatan hari ini. Sehingga, akan melahirkan rekomendasi dari panja untuk mendorong terealisasinya pengelolaan migas,” kata Ketua Panja DPRD Sampang, Agus Khusnul Yakin.

Dia menegaskan, rekomendasi akan dibahas di internal panja, jika ada hasil dari pertemuan dengan Petronas, dirjen migas, dan PJSE. Sehingga, rekomendasi yang dilahirkan mendorong percepatan kerjasama antara PJSE dan Petronas.

“Jika kami sudah melakukan berbagai upaya, tapi petronas tidak mau itu sudah bukan kewenangan kami. Ini akan terealisasi jika petronas mau. Kalau kita semua berharap segera terealisasi,” tegasnya.

Pihaknya mengungkapkan, jika Petronas menolak, maka akan melakukan penekanan lain. Seperti, membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengawal terealisasinya bisnis migas. “Kami berharap bisnis ini segera terealisasi,” paparnya.

Baca juga  Awal Bertugas, PNS Baru Masih Gugup

Direktur Utama (Dirut) PT. PJSE, Buyung mengaku selama ini Petronas yang belum bisa diajak kerjasama. Menurutnya, pihak Petronas mengaku rugi selama proses eksploitasi. “Mereka selama ini mengaku rugi. Sehingga tidak mau diajak kerjasama,” katanya.

Dikatakan, pihaknya selama ini melakukan perhitungan versi PJSE dengan akurat. Hitungannya, selama tiga tahun terakhir Petronas semestinya sudah meraup keuntungan. “Eksploitasi dilakukan sejak 2015. Dalam perhitungan sesuai prosedur, semestinya Petronas sudah mendapatkan keuntungan,” ucapnya.

Sementara itu, Dirut PT. Geliat Sampang Mandiri (GSM) Moh. Tamsul mengapresiasi pertemuan yang digelar panja. Termasuk, janji Petronas yang akan mengagendakan pertemuan dengan sejumlah pihak.

“Tentunya kami berharap bisnis to bisnis ini segera terealisasi. Kami sebagai pemilik saham tentunya akan mendorong terlaksananya pengelolaan PI,” responnya.

Menurutnya,  bisnis tersebut merupakan hak PJSE. Sehingga diharapkan Petronas bisa bekerjasama. Sebab jika terealisasi, akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sebagai kekayaan terpisah. “Kami berharap DPRD dan masyarakat ikut mendukung,” harapnya. imbuhnya.

Untuk diketahui, PT. PJSE merupakan perusahaan merger antara PT Petrogas Jatim Utama (PJU) BUMD Pemerintah Provinsi Jatim dengan PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) BUMD Pemkab Sampang belum mendapatkan persetujuan dari Petronas Caligari.

Catatan Kabar Madura, perusahaan BUMD secara aturan memiliki hak mengelola bisnis sebesar 10 persen. Namun, jika bisnis itu disepakati maka ada pembagian saham antara BUMD Jatim dengan BUMD daerah. Komposisi saham secara prosentase yakni 51 % PT PJU dan 49 % PT GSM.

Sementara Petronas Caligari di lokasi tersebut sudah melakukan eksplorasi migas sejak beberapa tahun lalu. Dari lapangan bukit tua, Petronas Caligari mendapatkan hasil produksi minyak mencapai 15.000 barrel oil per day (BOPD). Sedangkan produksi gas sebesar 30 mmscfd. Bahkan, di awal-awal produksi mampu menghasilkan 18.000 BOPD sampai 20.000 BPOD.

Baca juga  Palsukan SPJ DD, Bendahara Desa Banjar Talela Diancam 6 Tahun Kurungan

Sesuai aturan, pemerintah daerah berhak mendapatkan peluang mengelola PI sebesar 10 persen. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran PI Sebesar 10% Pada Wilayah Kerja Migas dan Pemerintah Daerah. (man/ito)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan